Tolak Pasang E-Tax, Kedai Bakso Granat Mas Aziz Disegel Tim Gabungan

11

Petugas tim gabungan menutup pintu Kedai Bakso Granat Mas Aziz di Jalan Inspektur Marzuki dengan rantai besi dan segel yang berlogo KPK dan Pemkot Palembang.

Palembang, BP–Sesuai Surat Keputusan Walikota Palembang No. 409.a/KPTS/SatpolPP/2019 tentang penutupan sementara usaha milik Abdul Anzisy, Kedai Bakso Granat Mas Aziz yang terletak di Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB I ditutup sementara oleh tim gabungan Sat Pol PP beserta BPPD Kota Palembang serta TNI dan Polri, Selasa (22/10/2019).

Bukan tanpa sebab, penutupan dilakukan karena sebelumnya yang bersangkutan menolak memasang alat E-Tax dan sudah diberi peringatan ketiga sehingga berujung penyegelan.

Dengan penutupan sementara tersebut, aktivitas di kedai bakso ini harus berhenti buka sementara waktu. Pemasangan segel oleh petugas dilakukan di sepanjang bagian depan Bakso Granat Mas Aziz dan disaksikan oleh Abdul Anzisy alias Mas Aziz pemilik kedai Bakso didampingi Sayuti Ramlan SH kuasa hukum Bakso Granat Mas Aziz.

“Tempat usaha bakso granat Mas Azis ini kami tutup sementara sampai pengelola mau memasang kembali alat perekaman transaksi,” kata Kepala Bidang Kabid Penegakkan Peraturan Perundangan-Undangan (PPUD) Satpol PP Kota Palembang Budi Norma saat membacakan Surat Keputusan (SK) Walikota Palembang terhadap penyegalan bakso granat Mas Azis.

Setelah membacakan SK, petugas meminta pegawai bakso untuk keluar dari ruangan, karena tempat usaha tersebut akan disegel. Pegawai pun mulai keluar meninggalkan ruangan tempat usaha bakso granat.

Petugas mulai menutup pintu dan menyegel dengan rantai besi dan segel yang berlogo KPK dan Pemkot Palembang.

Sekretaris Satpol PP Kota Palembang Al Hidir memimpin penyegelan menuturkan, penyegelan dilakukan sudah mendapat izin dari Walikota Palembang H Harnojoyo yang sudah menandatangani surat keputusan.

“Berdasarkan surat Nomor 409.A/KPTS/SATPOL PP/2019 tentang penutupan sementara usaha bakso milik Abdul Aziz (Mas Aziz). Saya tegaskan, jangan ada satu pun yang merusak segel ini, bila ada yang merusak segel dengan cara apa pun akan dikenai Pasal 232 ayat 1 KUHAP,” kata Al Hidir.

Pasal tersebut berisi ‘Barang siapa yang sengaja memutus membuang atas nama penguasa hukum ataupun menggagalkan diancam 2 tahun 8 bulan kurungan’.

Ia melanjutkan, sesuai penyegelan sifatnya sementara, artinya nanti akan ada mediasi dalam surat pernyataan dari BPPD dan Bakso Granat Mas Aziz. Apabila sudah melakukan dengan ketentuan atau perjanjian syarat yang diberikan maka segel akan dibuka.

“Penyegelan ini tak ada batas waktunya, tergantung yang bersangkutan, kita lihat nanti, jika pihak Mas Aziz sudah memenuhi persyaratan kami maka segel kami cabut, dan memasangkan e-tax disini. Apabila sudah memakai e-tax tetap kita awasi dalam kurun waktu 6 bulan kedepannya,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan (PPUD) Satpol PP Kota Palembang Budi Norma menambahkan bahwa, penyegelan hari ini di bakso granat Mas Aziz, karena sesuai dengan keputusan Walikota.

“Bisa dibuka kembali, jika telah ada perjanjian kesepakatan dengan BPPD,” kata Budi.

“Jika segel ini dibukak tanpa izin ataupun dirusak, maka sesuai pasal 232 ayat 1 KUHP, bisa diancam dengan penjara pidana paling lama 2 tahun 8 bulan,” katanya.

Di tempat yang sama, Kabid pajak daerah lainnya BPPD Kota Palembang, Agung Nugraha mengatakan, mengatakan sebanyak 2.806 pedagang yang tercatat di BPPD, dan yang berpontensi menghasilkan pajak penyumbang PAD sekitar 1.078 pedagang.

Saat ini lanjutnya, e-tax baru terpasang sekitar 478 dari target 500 alat e-tax, jadi tinggal 22 alat lagi. Ini jelasnya, karena keterbatasan dari vendor.

“Bakso azis bisa dibuka kembali, jika telah memenuhi syarat ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sedangkan Sayuti Ramlan, SH, kuasa hukum Bakso Granat Mas Aziz, mengaku pihaknya sudah melayangkan surat pernyataan bahwa bersedia untuk memasang e-tax pada Jumat lalu.

Namun dengan tetap disegelnya kedai Bakso Mas Aziz, ia segera mengurus proses pencabutan penyegelan agar tak berdampak secara signifikan terhadap usaha kliennya

“Kami sudah layangkan surat Jumat tadi karena Mas Aziz bersedia dipasang alat e-tax. SK penyegelan kami terima kami pelajari dulu dan segera mengurus proses pencabutan penyegelan. Mudah mudahan hal seperti ini tak terulang lagi,” katanya.#osk