Ribuan Santri Muaraenim Peringati Hari Santri

6

Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin saat menjadi pembina upacara hari santri.

Muaraenim, BPRibuan Santri di Kabupaten Muaraenim mengikuti Upacara Peringati Hari Santri Nasional ke-5 di lapangan Merdeka Muaraenin, Selasa (22/10). Pada upacara itu, bertindak sebagai pembina upacara Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin, MSI,

                  Upacara itu dihadiri para pengurus pondok pesantren maupun organisasi kemasyarakat di Muaraenim, serta Kemenag Muaraenim H Abdul Haris Putra, SAg, MPdi, Kabag Kesra H Zulkifli, SAg, Rois Syuryah PCNU Muaraenim Ustadz Miftah, serta pejabat Forkopinda di lingkungan Pemkab Muaraenim.

             Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin saat membacakan  sambutan Mentri Agama RI, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tangga] 10 Nopember 1945 diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, maka  selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema “Dari Pesantren untuk Indonesia”, tahun 2017 “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”, dan tahun 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”.  Tema peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

Baca:  Plt Bupati Diminta Bersih-bersih Muaraenim

Dikatakan Hasanudin, lsu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemarakkan ajaran Islam Rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural.

             Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontn’busi merawat perdamaian dunia.#nur