Mahasiswa Meninggal Saat Mengikuti Diksar Menwa

4

BP/ist Jenazah Akbar saat keluar dari RS Bhayangkara, Kamis (17/10).

Palembang, BP–Akbar (19) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pra Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10). Jenazahnya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Akbar yang merupakan mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang ini mengikuti kegiatan Pra Diksar gabungan bersama Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

Setelah beberapa hari menjalani serangkaian kegiatan, pada Rabu (16/10) siang kaki mahasiswa semester tiga ini mengalami kram dan sempat diperiksa para seniornya.

Baca:  Satria  Tewas Gantung Diri Di kosan

Karena tidak ada perubahan, Akbar langsung dibawa ke rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Tetapi setelah mendapat perawatan, nyawanya tak tertolong, sehingga dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Rano Karno, selaku Komandan Menwa Sumsel menjelaskan, dari Universitas Taman Siswa terdapat empat peserta, sehingga pra diksar dilakukan bersama Satuan Menwa Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai penyelenggara.

“Pelaksana pra diksar ini dari UM, karena dari Unitas hanya empat orang jadi ikut gabung dengan UMP. Ini hanya sifat sosial dan pengenalan Menwa di Desa Tanjung Senai Ogan Ilir,” ujarnya.

Baca:  Mahasiswa Ngotot Minta Dipertemukan Dengan Pihak DPR RI, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Naik Pitam

Menurutnya pra diksar ini dilaksanakan selama satu minggu. Para peserta ditempatkan di Ogan Ilir untuk pengenalan mengenai Menwa. “Hanya sosialisasi, tidak ada kekerasan,” imbuhnya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi saat dihubungi mengatakan, keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut dan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini masih didalami dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” kata Imam.

Baca:  Coba Manipulasi Prestasi Sekolah, Peserta Bakal Terlihat Saat Tes Wawancara PMDKPN

Sementara itu Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang telah dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan baik di kepala maupun badan korban.

“Hanya saja ada beberapa bagian tubuh yang diduga sebagai tanda kekerasan dan menjadi penyebab kematian korban,” katanya.#osk