Luas Areal Terbakar Akibat Karhutla di Sumsel Capai 106.307 Hektare

4

Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri

Palembang, BP–Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) menghambat aktivitas sejumlah masyarakat.

Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya penanganan karhutla di Sumsel.

“Polri terus berkoordinasi dengan berbagai unsur dari satgas penanggulangan karhutla, seperti TNI, BPBD, Manggala Agni, dan unsur yang terlibat lainnya,” kata Kapolda Sumsel saat acara bakti sosial di Kelurahan 3 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1, Palembang, Selasa (15/10).

Menurut orang nomor satu di jajaran Polda Sumsel itu, Polri berkomitmen ikut menanggulangi karhutla.

Baca:  Terus Bersama Warga Terdampak Kabut Asap, ACT Kembali Kirimkan Armada Bantuan

Juga secara persuasif, Bhabinkamtibmas di wilayah kecamatan di seluruh penjuru Sumsel terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan.

“Tentunya (karhutla) ini menjadi atensi kita bersama,” katanya.

Kabut asap masih menyelimuti kota Palembang dan sekitarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat, luas area terbakar di wilayah Sumsel akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 106.307 hektare.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan, pihaknya menggunakan 9 helikopter yang dikerahkan untuk memadamkan api, Selasa (15/10).

Baca:  Lima Perusahaan Sawit Masih Diselidiki

Dikatakan Ansori, titik hotspot di wilayah Sumsel lebih menurun dibanding hari sebelumnya, Senin (14/10).

“Untuk hitungan Akumulasi 24 jam terakhir 571. Angka itu lebih menurun dari kemarin sekitar 700an,”ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah prioritas pemadam api oleh BPBD Sumsel.

Sebab arah asap dari wilayah itu mengarah ke Palembang sesuai dengan arah anginnya.

Lahan yang terbakar juga sebagian lahan gambut yang memang agak sulit dilakukan pemadam.

“Mudah-mudahan kedepan bisa turun (titik hotspot). Walaupun kita tahu kondisi udara masih kering, bid air juga sudah menurun. Sebenarnya luas lahan yang berpotensi terbakar sebenarnya juga ada.Tapi semoga tidak terjadi penyebaran titik api,” ujarnya.

Baca:  Banyak Perkebunan Tak Milili Pemadam Karhutla Standar

Untuk itu Ansori mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah saat musim kemarau seperti saat ini.

“Selain itu juga, sebaiknya kurangi aktivitas diluar rumah untuk menghindari kabut asap. Apabila memang harus keluar rumah, gunakanlah masker. Selain itu, konsumsi asupan bergizi dan perbanyak minum air putih untuk menjaga kesehatan tubuh ditengah permasalahan asap seperti saat ini,” katanya.#osk