Asap Makin Pekat di Palembang, Presiden Harus Tegur Kepala Daerah Tak Serius Tangani Asap

9

Arifin Kalender

Palembang, BP–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan berimbas kabut asap di Palembang semakin pekat, Senin (14/9) pagi.

Dari pengamatan, kabut asap membuat jarak pandang sangat terbatas. Bau asap terasa menyengat sehingga di dalam rumah pun warga harus memakai masker.

“Presiden harus tegur kepala daerah yang tidak serius menangani asap, terutama di Sumsel. Kabut asap makin pekat dan sekolah harus diliburkan.Bahaya bagi kesehatan dan mengancam lalu lintas di jalan,” kata Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan Arifin Kalender, Senin.

Baca:  Diduga Terpapar Kabut Asap, Bayi Berusia 4 Bulan Meninggal Dunia 

Menurutnya kini kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk pada level berbahaya akibat kabut asap kiriman dari wilayah terpapar kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Asap pekat menyelimuti Kota Palembang dan membuat jarak pandang terbatas disertai suhu udara dingin.

“Masyarakat mengeluh beberapa hari terakhir akibat asap yang tidak kunjung berkurang , khususnya warga yang harus beraktivitas di luar ruangan seperti pengojek daring,” katanya.

Baca:  Satu Keluarga Keracunan Asap Genset, Satu Meninggal Dunia

Karena itu Arifin mendesak Pemprov Sumsel dan jajarannya serius dalam menangani asap di Sumsel dan segera membuat posko oksigen sejumlah titik di kota Palembang, karena asap kali ini sudah parah.

“Gubernur juga harus menepati janji kepada mahasiswa beberapa waktu yang lalu mengenai penanganan karhutla ini, lihat sendiri kondisinya sekarang,” katanya.#osk