Cinta TNI, Mang Jay Ciptakan Tiga Lagu

23

Kiagus Zainuddin yang akrab dipanggil Mang Jay.

Palembang, BP
Kecintaan dan kebanggaannya kepada TNI membuat Kiagus Zainuddin alias dipanggil Mang Jay menciptakan tiga lagu khusus untuk TNI.

“Judulnya NKRI harga mati, menantu TNI dan Tugas Mulia, tiga lagu berbahasa Indonesia ini, ingin aku persembahkan untuk TNI dimanapun berada, gratis tapi hingga kini belum ada respon dari TNI,” kata Mang Jay, Jumat (4/10).

Dia berharap tiga lagunya tersebut bisa ditampilkan dan didengarkan oleh Prajurit TNI seluruh Indonesia, termasuk di Kodam II Sriwijaya.

“Karena lagu ini sangat semangat-semangat nian,” katanya.

Selama ini Mang Jay mengaku sudah mengenalkan tiga lagu tentang TNI kepada rekan-rekan, yang dikenalnya cuma belum ada respon dari pihak TNI.

“Lagu tentang TNI ini aku buat dalam tiga hari, tiga lagu,” katanya.

Di samping itu Mang Jay mengaku sering membuat lagu dalam bahasa Palembang .

“Aku sering buat lagu-lagu dalam bahasa Plembang , ada bahasa Plembang sehari –hari dan lebih condong ke jenaka seperti lagu berjudul Katek Agok, Congkediro, Wak Nang, Wak Yeng, Bujang Buntu, dan lain-lain. Kalau lagu aku yang pakai bahasa Plembang halus lebih mengisahkan gadis Plembang, kota Plembang, kerajinan-kerajinan Plembang,” katanya.

Lagu yang telah ia ciptakan jumlahnya kurang lebih 40 buah. Ia mengaku terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.
“Seperti lagu congkediro, di mana zaman sekarang banyak orangtua sudah mengurus anak, anak berumah tangga, kadang punya anak, anaknya pula suruh ngurus orangtua. Jadi itulah tadi congkediro ngurus cucu badan saro, jadi kalau dapat inspirasi buat lagu ini kadang dapat sendiri tiba-tiba, pas lihat orang aku jadikan lagu,” katanya.

Mang Jay mengatakan, keahliannya menciptakan lagu ini memang dari bakat orangtuanya.

“Bapak aku nih kiyai, kalau soal nyanyi tapi nyanyi lagu berzikir Palembang inilah misalnya magam, ngarak.. mungkin dari situ, sudah itu uwak-uwak nih, yai aku jugo seniman tapi seni rupa seperti buat kerajinan seperti kapal-kapalan , kaligrafi, itulah,” katanya.

Dan lagu-lagunya tersebut menurut Mang Jay belum pernah dipublikasikan ke umum karena memang belum ada hak cipta.

“Banyak disimpan bae. Kalau ditampilkan cuma ada orang-orang tertentu mengiringi lagu aku ini belum dapat. Ini aku dapat jodoh kawan, pemain keyboard, Kiagus jugo kebetulan. Dia pinter, aku mudah menciptakan lagu, dio mudah mengiringi juga, lagu-lagu aku ini sering aku nyanyikan di Rajo Tentro Cape, bahkan rombongan kito uwong Palembang ini ada jugo banyak yang tahu dan galak main ke Rajo Tentro Cape,” katanya.

Menurutnya, keluarga termasuk istrinya ikut mendukung dia dalam menciptakan lagu-lagu Palembang. Malahan mereka kadang tertawa-tawa kalau dirinya menciptakan lagu yang lucu.

“Jadi tempat aku latihan ini di Plaju, di Sentosa, banyak anak-anak , ibu-ibu kadang tertawa. Melok nyanyi seperti lagu cap-cap ini,” kata pria yang memiliki usaha makanan “Kedai Mang Jay” di Rajo Tentro Cape, Palembang ini. #osk