Diduga Lakukan Demonstrasi, 7 Siswa Diamankan  

6

BP/IST
20 siswa SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Palembang kembali diamankan. Mereka diamankan aparat kepolisian karena diduga akan melakukan aksi demonstrasi didekat kolam retensi Simpang Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi mereka dilakukan ditengah aksi solidaritas yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang didepan Mapolda Sumsel, Senin (30/9).

Palembang, BP

20 siswa SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Palembang kembali diamankan. Mereka diamankan aparat kepolisian karena diduga akan melakukan aksi demonstrasi didekat kolam retensi Simpang Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Aksi mereka dilakukan ditengah aksi solidaritas yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang didepan Mapolda Sumsel, Senin (30/9).

Baca:  Tuntutan Tak Dipenuhi, Massa Rembuk Sumsel Ancam Menginap di Kantor Gubernur Sumsel

Di mana aksi yang dilakukan mahasiswa UMP ini untuk menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas kematian Randi dan Yusuf, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam aksi demonstrasi menolak Revisi KUHP beberapa hari lalu.

Ke tujuh siswa yang diamankan polisi berasal dari SMK Karya Andalas, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Palembang. Saat diamankan polisi juga mengamankan batu yang digunakan untuk melempar serta karton dan bendera untuk berdemo. Ironisnya, dari hasil tes urine, enam dari tujuh siswa yang diamankan positif pernah menggunakan narkoba.

Baca:  Ruang Kelas Terbakar, 32 Siswa SMPN 26 Dialihkan

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi, mengatakan tujuh orang siswa yang diamankan diduga akan melakukan aksi demonstrasi. “Mereka akan kami data asal sekolahnya. Selain itu urine-nya akan kami periksa apakah mereka menggunakan narkoba atau tidak,” katanya.

Setelah diperiksa urine, enam siswa urinenya positif mengandung narkoba. “Untuk berapa lama memakai belum diketahui karena dari hasil pemeriksaan yang jelas mengandung narkoba,” katanya.#osk

Baca:  Massa Geruduk Gedung DPRD OKU Tuntut Pembatalan UU Omnibus Law Cipta Kerja