Ultimate magazine theme for WordPress.

Bentrok antara Aparat dan Mahasiswa di DPRD Sumsel akibat Ada Provokasi

BP/IST
Kapolresta Palembang Didi Hayamansyah

Palembang, BP

Aksi demonstrasi mahasiswa di depan halaman DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) yang sempat ricuh diduga bukan dari mahasiswa yang mengikuti demo tapi ada provokasi yang mencoba membuat rusuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Palembang Didi Hayamansyah pasca bentrok yang terjadi.

“Tadi teman kalian ada yang melapor bahwasannya ada oknum sekitar 10-15 orang yang coba merusak aksi demo dan mereka tidak menggunakan almamater dan diduga bukan mahasiswa. Silah tarik ke depan biar kami selidiki,” kata Didi Hayamansyah di atas mobil komando, Selasa (24/9).

Baca Juga:  Peluang Politik Harnojoyo Ketika Tak Lagi Jabat Ketua Partai Demokrat  Kota Palembang

Sambil menyeruhkan ‘hidup mahasiswa’ dan kemudian Kapolresta meninggalkan mobil komando tersebut.

Salah satu mahasiswa Unsri menceritakan bahwasannya oknum tersebut menggunakan pakaian hitam-hitam dan pakai masker hitam.

“Mereka sebelum aksi sempat menyerobot masuk ke barisan tengah sambil membawa batu. Lalu salah satu dari mereka arahkan batu tersebut ke petugas sehingga terjadilah bentok,” ujar mahasiswa Unsri tersebut.

Saat ini setelah ribuan mahasiswa masih berada di depan halaman DPRD sambil berorasi menyampaikn aspirasinya dan tuntutan mereka kepada wakil rakyat.

Baca Juga:  Tantangan Era Digital Pemerintah Daerah Harus Dapat Bertransformasi

Sementara itu Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan bahwa anggotanya mengamankan dua mahasiswa yang diduga menjadi provokator dalam aksi demo mahasiswa yang berjalan ricuh di DPRD Provinsi Sumsel.

“Kita akan memintai keterangan dari kedua mahasiswa ini, lantaran ulahnya yang melakukan aksi yang memancing mahasiswa lainnya untuk melakukan aksi anarkis dengan melawan dan menerobos kerumunan polisi,” katanya, Selasa (24/9).

Baca Juga:  MoU Pencegahan Paham Radikalisme, Anti Pancasila dan Terorisme

Kedua mahasiswa yang diamankan yakni HB dan BN.

Ketika ditemui di ruang piket reskrim Polresta Palembang, HB mengakui bahwa telah melakukan provokator dengan melemparkan botol air mineral ke arah kerumunan polisi yang saat itu sedang menghalau mahasiswa agar tidak masuk ke halaman DPRD Provinsi Sumsel.

“Ya pak saya memang melempari kerumunan polisi dengan botol air mineral, lantaran melihat teman-teman saya banyak yang pingsan saat aksi berlangsung,” katanya.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...