Bentrok antara Aparat dan Mahasiswa di DPRD Sumsel akibat Ada Provokasi

5

BP/IST
Kapolresta Palembang Didi Hayamansyah

Palembang, BP

Aksi demonstrasi mahasiswa di depan halaman DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) yang sempat ricuh diduga bukan dari mahasiswa yang mengikuti demo tapi ada provokasi yang mencoba membuat rusuh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Palembang Didi Hayamansyah pasca bentrok yang terjadi.

“Tadi teman kalian ada yang melapor bahwasannya ada oknum sekitar 10-15 orang yang coba merusak aksi demo dan mereka tidak menggunakan almamater dan diduga bukan mahasiswa. Silah tarik ke depan biar kami selidiki,” kata Didi Hayamansyah di atas mobil komando, Selasa (24/9).

Baca:  RSUP Mohammad Hoesin Palembang Mengisolasi Satu Lagi Pasien Sepulang Umrah

Sambil menyeruhkan ‘hidup mahasiswa’ dan kemudian Kapolresta meninggalkan mobil komando tersebut.

Salah satu mahasiswa Unsri menceritakan bahwasannya oknum tersebut menggunakan pakaian hitam-hitam dan pakai masker hitam.

“Mereka sebelum aksi sempat menyerobot masuk ke barisan tengah sambil membawa batu. Lalu salah satu dari mereka arahkan batu tersebut ke petugas sehingga terjadilah bentok,” ujar mahasiswa Unsri tersebut.

Saat ini setelah ribuan mahasiswa masih berada di depan halaman DPRD sambil berorasi menyampaikn aspirasinya dan tuntutan mereka kepada wakil rakyat.

Baca:  Pusda Siapkan 30.000 Buku Siap Diakses Komputer

Sementara itu Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan bahwa anggotanya mengamankan dua mahasiswa yang diduga menjadi provokator dalam aksi demo mahasiswa yang berjalan ricuh di DPRD Provinsi Sumsel.

“Kita akan memintai keterangan dari kedua mahasiswa ini, lantaran ulahnya yang melakukan aksi yang memancing mahasiswa lainnya untuk melakukan aksi anarkis dengan melawan dan menerobos kerumunan polisi,” katanya, Selasa (24/9).

Baca:  Dandim Palembang Minta Sinergikan KKN dengan TMMD

Kedua mahasiswa yang diamankan yakni HB dan BN.

Ketika ditemui di ruang piket reskrim Polresta Palembang, HB mengakui bahwa telah melakukan provokator dengan melemparkan botol air mineral ke arah kerumunan polisi yang saat itu sedang menghalau mahasiswa agar tidak masuk ke halaman DPRD Provinsi Sumsel.

“Ya pak saya memang melempari kerumunan polisi dengan botol air mineral, lantaran melihat teman-teman saya banyak yang pingsan saat aksi berlangsung,” katanya.#osk