Tebang Kayu di Hutan Lindung, Tiga Pria Ini Diringkus

4

Palembang, BP

Petugas taman nasional Berebak Sembilang menangkap tiga pelaku penebangan liar atau ilegal loging dikawasan hutan lindung taman nasional Berebak Sembilang, Kabupaten Banyuasin Jumat (20/9).

Ketiga pelaku masing-masing Sakimin, Purwanto dan Andi sudah diserahkan ke Balai Gakkum Kementerian Lingkungan hidup dan kehutanan Sumatera Seksi wilayah III.

Penyidik PPNS Ditjen Balai Gakkum LHK Sumatera seksi wilayah III Edi Sofian mengatakan ketiga pelaku perambahan hutan ini ditangkap petugas taman nasional Berebak Sembilang, Kabupaten Banyuasin sedang melakukan aktivitas penebangan liar yang masuk dikawasan hutan lindung Jumat (20/9).

Baca:  Bakar Lahan 2 Hektare, Sawit Warga Ikut Hangus

“Dari penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti perahu jukung yang digunakan untuk mengangkut kayu, mesin pemotong kayu, parang dan barang barang lain yang berhubungan dengan illegal loging, serta 15 batang kayu balok kaleng, dan 47 keping papan hasil penebangan,” kata Edi kepada wartawan dikantor Senin (23/9).

Dikatakan Edi, kayu yang ditebang pelaku jenis ketepeng tanaman asli yang tumbuh liar dikawasan hutan lindung Berebak Sembilang. Dari barang bukti yang ditemukan diperkirakan ketiga pelaku sudah melakukan penebangan sebanyak 25 batang.

Baca:  Sebaran 'Hotspot' Terbanyak di Ogan Ilir

Selain melakukan penebangan liar, berdasarkan keterangan pelaku mereka di lokasi juga mencari daun nipah yang sebenarnya juga dilarang berdasarkan UU No 18 tahun 2013.

“Ketiga pelaku kami jerat dengan Pasal 12 ayat 1 huruf jo pasal 82 ayat 2 UU No 18 tahun 2013. Tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang ancaman nya minimal satu tahun penjara maksimal lima tahun penjara dan atau denda 250 juta,”bebernya.

Sementara itu, Sakimin mengaku kayu yang mereka tebang bukan untuk di jual. Namun untuk dipakai memperbaiki rumahnya yang sudah buruk, jadi timbulah inisiatif untuk mencari kayu dihutan. Dirinya juga tidak tahu kalau mengambil kayu dikawasan hutan lindung dilarang.

Baca:  Blok Kanal dan Tutupan Kanal Perlu Diperbaiki

“Saya minta bantuan Andi sama Purwanto mereka saya kasih upah masing-masing 100 ribu. Lalu kami pergi ke hutan dengan bermodalkan perahu jukung dan mesin sin su kami tebang pohon. Tiga hari kami tebang dapat kayu sekitar satu kubik lah,”katanya.#osk