Home / Headline / Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

Warga Tungkal tergabung dalam Himpunan Keluarga Tungkal (HKT) melakukan pemasangan patok tapal batas, Selasa (17/9).    

Muaraenim, BP–Puluhan warga Kelurahan Tungkal yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Tungkal (HKT), Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, memasang patok tapal batas antara Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Lahat.

               Pemasangan patok itu menindaklanjuti hasil pengecekan tim tapal batas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 10 Oktober 2018 lalu. Pemasangan patok itu berada di hulu Kantor Camat Merapi Timur, Kabupaten Lahat. 

              Pemasangan patok yang terbuat dari cor beton itu dilakukan di beberapa titik. Pada setiap patok dipasang juga plang terbuat dari plat. Plang itu bertuliskan, “Selamat datang di Kabupaten Muaraenim sesuai dengan keputusan tim Mendagri 10 Oktiber 2018 bagian Dusun Tungkal”.

             “Pemasangan patok tapal batas Kabupaten Muaraenim dengan Lahat yang kita lakukan hari ini menindak lanjuti hasil keputusan tim Kemendagri yang datang ke lokasi ini pada 10 Oktober 2018 lalu,” jelas pengurus HKT, Arifudin di lokasi pemasangan patok, Selasa (17/9).

           Menurutnya, patok tapal batas yang dipasang berdasarkan petunjuk dari tim Kemendagri. Penetapan lokasi tapal batas oleh tim Kemendagri pada 10 Oktober 2018 lalu, juga disaksikan oleh pejabat terkait dari Pemkab Lahat maupun dari Pemkab Muaraenim.

           Dijelaskannya, sejak dari dulu, patok tapal batas tersebut berada pada patok tapal batas yang dipasang sekarang. Namun ada oknum masyarakat yang selalu melakukan penggeseran untuk kepentingan pribadi.

             Karna  lahan di kawasan tapal batas yang dipasang saat ini sejak dari zaman puyang dulu merupakan tanah ulayat masyarakat Tungkal. Kini tanah ulayat masyarakat Tungkal tersebut banyak dijual oknum masyarakat.

              “Terhadap tanah ulayat Masyarakat Tungkal yang sudah banyak dijual oknum masyarakat ini, tentunya nanti akan kita telusuri keabsahan surat suratnya,” tegasnya.

             Hal senada juga ditambahkan Sekretaris HKT, Lutfi Hadi, lahan yang  masuk dalam tapak batas Muaraenim tersebut merupakan tanah ulayat masyarakat Tungkal.

             “Lokasi ini merupakan tempat pertama kali masyarakat Tungkal bermukim. Kemudian pindah ke Kopel Tangsi atau disebut Tungkal Ulu. Selanjutnya pindah lagi ke Dusun Tungkal yang ditempati sekarang. Jadi lahan yang dipasang patok tapal batas ini merupakan tanah ulayat dan dari dulu tidak pernah diperjual belikan,” tegasnya.

               Dijelaskannya, keabsahan lahan tersebut merupakan tanah ulayat masyarakat Tungkal pada tanggal 26 Januari 1979 telah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional.

               Kemudian sesuai surat Ketua DPRD Kabupaten Dati II Liot tahun 1979 ditandatangani Ketua DPRD, Sofyan Danal.#nur

 

x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Hadiri Gelar Operasi Triwulan Ke-2 Tahun

Palembang, BP Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol ...