Walikota Palembang Lounching Sekolah Filial Pertama di Indonesia

3

(Walikota Palembang H Harnojoyo didampingi Asisten Pemprov Prof Edward Juliartha, Kadisdik Sumsel Drs Widodo MPd, Kadisdik Palembang H Ahmad Zulinto)
 
Palembang, BP

Komitmen Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan pendidikan yang merata di semua kalangan akhirnya terwujud.

Pasalnya, pada Kamis 12 September 2019 di Gedung SKB Dinas Pendidikan Kota Palembang, menjadi sejarah pendidikan di Palembang, Sumsel bahkan Indonesia bahwa di Bumi Sriwijaya telah dilounching Sekolah Filial, sekolah bagi anak jalanan dan anak putus sekolah gratis bagi siapapun.

Menariknya lagi, Palembang menjadi satu-satunya di Indonesia yang melounching dan memilik sekolah filial sehingga menjadi pilot projek berbagai daerah di Tanah Air.
Walikota Palembang H Harnojoyo dalam sambutannya mengatakan bahwa Palembang kini terus menjadi primadona Tanah Air. Tak hanya sektor wisata yang baru-baru ini mendapat bantuan Rp250 miliar dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan wisata sekanak Palembang, kini di sektor pendidikan Palembang menjadi percontohan sekolah filial bagi Indonesia.
Menurutnya, program ini menjadi inovasi  yang menurutnya  merupakan salah satu bagian dari visi Palembang Emas Darussalam untuk menciptakan kesejahteraan bagi semua masyarakat kota Palembang.
“Melalui anggaran yang ada, serta inovasi dan dukungan dari semua pihak, maka kami luncurkan sekolah filial ini dalam cakupan yang lebih luas,” ujar Harnojoyo, usai  melaunching sekolah Anjal di halaman gedung sanggar Kegiatan Belajar  (SKB) Palembang, Kamis (12/9).
Ia menambahkan, program ini belum sebulan digarap namun telah mendapat respon positif dari warga Palembang. Ada sebanyak hampir 400 anak jalanan dan putus sekolah yang diterima saat ini, untuk bersekolah di Gedung SKB, Jalan Srijaya yang menjadi tempat belajar.
“Sekali lagi, ini menjadi komitmen kami. Sehingga kedepan kita berharap akan lebih banyak lagi memberi manfaat bagi warga Palembang, oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat mari bersama-sama kita mencerdaskan anak bangsa dengan mengentaskan anak yang putus sekolah,” harap Harnojoyo.
Senada dengan itu dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Asisten Administrasi dan Umum Pemerintah Provinsi Sumsel Prof Edward Juliartha mengaku apresiasi kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah mengganggas, menginisiasi serta menyelenggarakan sekolah filial.
“Dan ini pertama di Indonesia, saya sudah cofirm, dan rencana kita ajukan ke pusat untuk dikompetisikan ke Internasional,”jelasnya.
Tak lupa, Edward mengajak di era revolusi Industri 4.0 ini para generasi muda agar terus jeli dengan teknologi dan siap berkompetisi. Kembangkan literasi dan tingkatkan inovasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang H. Ahmad Zulinto, mengatakan, sekolah filial khusus anak jalanan dan putus sekolah yang telah dilounching ini mendapat apresiasi yang begitu besar dari gubernur provinsi Sumatera Selatan  dan Walikota Palembang
 Pasalnya, Sekolah filial anjal dan anak putus sekolah  tersebut  merupakan sekolah filial baru pertama di Indonesia yang mengurusi anak-anak putus sekolah dan anjal. Dan sebelumnya kata Zulinto, Sumsel sudah memiliki Selfi yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Pakjo, Palembang.
“Alhamdulillah sudah akan diajukan di tingkat dunia ini adalah suatu prestasi Kota Palembang, kami sangat berharap dengan adanya sekolah filial ini anak-anak  yang tidak mampu yang putus sekolah, dan mungkin ada juga anak-anak yatim piatu yang selama ini untuk mendapatkan pendidikan terbentur biaya dengan selfi ini mereka dapat bersekolah kembali,”ujar Zulinto.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa di sekolah filial ini juga siswa ini bukan hanya diberikan pendidikan formal, tetapi mereka juga diberikan pendidikan sistem vokasi.
 Nantinya para siswa di sekolah Filial Anjal ini  apabila kelak mereka  lulus diharapkan memiliki keterampilan sesuai dengan yang akan diikuti pada saat mereka sekolah nantinya. Konsep pelaksanaan kegiatan sekolah filial yang kita lounching ini bukan hanya pembelajaran formal, tapi juga sertifikat keterampilan vokasi.
Menurut Zulinto,  dalam pendidikan vokasi penguasaan aspek keilmuan dan teori-teori tidak begitu utama, justru yang sangat penting adalah siswa memiliki ketrampilan khusus dalam bidang program yang mereka ikuti.
“Pendidikan vokasi menekankan pembelajaran terstruktur dengan keahlian, dalam kurikulumnya mencakup muatan pembelajaran keilmuan, keterampilan dan praktik kerja lapangan. Melalui pendidikan vokasi yang diberikan, kita berharap setelah mereka keluar dari selfi ini mereka bukan hanya mengatongi ijazah formal saja, tetapi mereka juga akan menerima sertifikat keterampilan,”terangnya.
Zulinto juga mengatakan, didalam pelayanan ini ada  dua penangung jawab untuk tingkat SD dan SMP penangung jawabnya Dinas Pendidikan Kota Palembang sedangkan ditingkat SMA  penanggung jawabnya Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan. #sug
 
Baca:  Hadapi Revolusi Industri 4.0, Disdik Palembang Lakukan Terobosan Inovasi Pendidikan Vidio Converence