Diduga Terpapar Kabut Asap, Bayi Berusia 4 Bulan Meninggal Dunia 

2

BP/IST
Diduga karena kondisi udara yang semakin hari semakin memburuk akibat asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan, seorang Bayi Berusia sekitar 4 bulan menghembuskan nafas terkahirnya di Rumah Sakit Ar Rasyid Palembang, Minggu (15/5).

Palembang, BP

Kabut asap yang setiap harinya menyelimuti Sumatera Selatan dan sekitarnya hingga saat ini mulai menimbulkan dampak kesehatan bagi warga, khususnya untuk golongan dewasa, anak-anak, hingga balita.

Hal ini terbukti setelah dikabarkan seorang Bayi asal Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin diduga menderita penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap yg semakin pekat.

Diduga karena kondisi udara yang semakin hari semakin memburuk akibat asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan, seorang Bayi Berusia sekitar 4 bulan menghembuskan nafas terkahirnya di Rumah Sakit Ar Rasyid Palembang, Minggu (15/5).

Baca:  Mayat Bayi Laki-Laki di Temukan Warga

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Anak kedua dari pasangan Ita Septiana (27) dan Ngadirun (34) yang tinggal di Desa Yang Buluh RT 08 Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin ini, pada malam harinya sebelum meninggal, sempat mengalami batuk-batuk disertai pilek.

“Sebelumnya bayi saya mengalami batuk, pilek dan perutnya sering kembung. Puncaknya semalam, seperti tidak bisa bernafas lagi, tapi masih sadar dan mau minum ASI,” kata Ngadirun saat ditemui di rumah duka, Senin (16/9).

Baca:  Asap Kebakaran di OI dan OKI Sampai Ke Palembang

Paginya, kondisi Elsa makin memburuk sehingga kedua orangtuanya memilih untuk membawa anaknya ke bidan desa untuk diperiksa. Sesampainya di tempat bidan desa, sang bidan menyarankan agar Elsa segera dibawa ke rumah sakit agar bisa mendapatkan perawatan lebih intensif.

Akhirnya Pihak keluargapun memutuskan untuk membawa Elsa, ke RS Sukajadi KM 14 Banyuasin. Meski sempat mendapatkan perawatan, pihak rumah sakit disana menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatan medisnya.

Baca:  Polrestabes Palembang Ungkap Sindikat Penjualan Bayi Di Palembang

Kemudian pihak keluarga memutuskan membawa Elsa ke rumah sakit Ar Rasyid KM 7 Palembang. Setelah sempat mendapatkan pemeriksaan, lagi-lagi dokter  menyarankan Elsa dibawa ke RSMH Palembang untuk penanganan lebih serius.#osk