Besok, 120 Pemilik Suara Bakal Tentukan Nahkoda Unsri

7

(Tiga Calon Rektor Unsri yang bakal bersaing di Pilrek besok di Gedung Tower FH Unsri)

 

Palembang, BP

Pemilihan Rektor Univeraitas Sriwijaya (Unsri) masa kerja 2019-2023 akhirnya dijadwalkan besok pada Sidang Senat Tertutup di Gedung Fakultas Hukum Unsri, Selasa 17 September 2019.

Tiga nama yang akan bersaing memperebutkan 128 pemilik suara adalah Prof Dr Ir Andy Maulana MSc, Prof Dr Ishak Iskandar MSc dan Petahana Prof Dr Ir H Anis Saggaf MSCE.

Dari 120 suara tersebut, 78 suara diantaranya adalah anggota senat dan 42 suara dari pihak Kementerian.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Pilrek Unsri Prof Dr Alfitri MSi dalam keterangan persnya, Senin (16/9).

“Dan untuk diketahui Pilrek kali ini berbeda dengan sebelumnya karena Pilrek tahap akhir ini dilakukan secara tertutup. Hal ini mengingat kebijakan baru Permenristekdikti No.19 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pimpinan perguruan tinggi,”terang Alfitri.

Baca:  Fakultas Teknik Pertambangan Unsri Soroti Iklim Investasi 

Dikatakan dia, bahwa pihaknya juga menyayangkan adanya Permenristekdikti tersebut karena awalnya pada Pilrek tahap akhir ini rencananya akan mengundang Gubernur Sumsel H Herman Deru sebagai Dewan Penyantun dan sejumlah unsur terkait.

Alasan mereka adalah bahwa pada Pilrek tahapan sebelumnya sudah dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan semua unsur baik mahasiswa, pemerintahan maupun unsur terkait.

“Tapi setelah melakukan rapat dengan para anggota senat akhirnya kami ambil keputusan bahwa kami ikut aturan Permenristekdikti dengan hanya mengundang senat dan perwakilan dari kementerian,”terang Alfitri.

Menurutnya, bahwa Pilrek esok sesuai dengan jumlah suara bahwa total suara berjumlah 78 suara, 42 suara diantaranya adalah suara dari kementerian. Dan pada Polrek besok akan ditentukan tiga saksi dari keputusan rapat senat.

Baca:  Lima Petinggi Unsri, Siap Bersaing di Pemilihan Rektor

“Dan dalam rapat senat tadi telah ditentukam tiga saksi diambil dari anggota senat termuda, tertua dan wakil dari perempuan,”jelasnya.

Alfitri berharap bahwa pihak kementerian besok bisa hadir tepat waktu dan mendarat tepat waktu dan tak terhalang oleh kabut asap karena memiliki suara yang cukup signifikan.

“Dan sampai saat ini kami juga tidak tahu dan tak beri tahu siapa yang akan hadir dari kementerian dan kami juga tak diperkenankan untuk menjemput,”pungkasnya.

Setelah Pilrek tahap akhir bahwa hasil voting akan diserahkan ke Kemenristekdikti dan jadwal pelantikan akan menunggu informasi dari Kemenristekdikti. “Dan masa kerja Rektor Unsri saat ini habis sampai 19 Oktober 2019 nanti,”jelasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsri masa kerja 2019-2023 terpaksa menyampaikan molornya jadwal Pemilihan Rektor tahap akhir lantaran Kementerian Riset dan Teknologi (Menristekdikti) belum merespon tiga nama yang diajukan untuk kemudian dijadwalkan pemilihan oleh senat dan dari kementerian.

Baca:  Urgensi Aktif Berorganisasi Bagi Mahasiswa Baru

Pasalnya, saat ini Menristekdikti dikabarkan tengah fokus diagenda tahunan tentang persiapan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) 2019.

Namun demikian, Alfitri mengatakan bahwa masa kerja Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE akan berakhir bulan Oktober 2019 sehingga tak berdampak atas molornya jadwal Pilrek karena estimasi pertengahan September dijadwalkan Pilrek tahap akhir.

Alasannya, selain keseibukan Kemenristekdikti juga pihak PP ATK yang saat ini tengah fokus di pemilihan Capim KPK. Nanti kalau selesai ya akan juga memeriksa calon rektor misalnya laporan harta kekeyaan dan lainnya.