Satria  Tewas Gantung Diri Di kosan

5

BP/IST
Jenasah Satria saat dibawa ke RS Bhayangkara.

Palembang, BP

Satria Erlangga (19) Mahasiswa semester III Program studi Teknik Informastika Multimedia Digital (D4), jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), ditemukan gantung diri di kosannya terletak di Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembusan, RT25/09, Kelurahan Bukit Lama, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Jasad korban ditemukan tergantung dengan seutas tali di pintu kamar mandi kos Panut Hartono Jalan Srijaya Negara, Lorong Tembusan, RT25/09, Kelurahan Bukit Lama, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang tempatnya tinggal.

Menurut informasi yang dihimpun, warga Marga Mulya, Lorong Cempaka, Lubuklinggau ini pertama kali ditemukan oleh pegawai di tempat kos tersebut yang diperintah pemilik kos untuk mengeceknya.

Baca:  Wujudkan Kepedulian, IKA Unsri IKA Unsri Beri Bantuan ke Mahasiswa Korban Kecelakaan

Karena sejak seharian yang bersangkutan tak terlihat keluar, lalu pemilik kos memerintahkan pegawainya untuk mengecek ke lantai dua tempat kamar korban.

Setelah beberapa kali memanggil tak ada jawaban, saksi langsung membuka kamar dengan menggunakan kunci cadangan, setelah dibuka saksi melihat korban sudah dalam posisi

leher terikat tali dan tergantung di kusen pintu kamar mandi dalam kamar.

BP/IST
Satria semasa hidup

Kapolsek IB I Palembang Kompol Masnoni membenarkan tentang kejadian tersebut dan pihaknya bersama tim Identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Baca:  Petinggi Unsri Hibur Penonton Melalui Teater Dul Muluk

“Setelah melakukan olah TKP, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Hasil olah TKP ditemukan surat berisi permintaan maaf korban kepada keluarganya,” ujar Masnoni.

Selanjutnya, guna kepentingan penyelidikan, Masnoni melanjutkan, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

Sementara itu Tim Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Sakti Nasution memastikan bahwa korban meninggal murni karena bunuh diri, karena tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya.

“Hasil pemeriksaan luar yang sudah kita lakukan, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya pendarahan di tangan dan kaki menandakan jika meninggalnya cukup lama,” katanya.

Baca:  Segera Penjarakan 5 Komisioner KPU Palembang

Sedangkan pantauan di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang terlihat puluhan kerabat dan rekan korban menunggu jalannya proses visum.

“Mohon maaf, mohon dimaklumi, kami lagi berduka tolong rekan-rekan media jangan mengambil gambar, tolong pengertiannya,” ujar salah seorang pria yang mengaku keluarganya.

Selanjutnya setelah proses visum selesai dilakukan, sekitar pukul 23.00  jasad korban langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka.#osk