Pangdam II Sriwijaya Keluhkan Minimnya Dukungan Gubernur Sumsel Dalam Tangani Karhutla

3

Palembang, BP

Pangdam II Sriwijaya Mayor Jendral TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., didampingi Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Heri Sutrisno dan Kelaksa BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Iriansyah, melaksanakan Patroli Udara guna memantau beberapa titik api yang membakar hutan dan lahat (Karhutla) di beberapa wilayah Sumsel, sekaligus meninjau dan melakukan pemadaman di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Sabtu (14/9).

Dalam peninjauan ke lokasi lahan terbakar di Kebun Raya Sriwijaya (KRS) tersebut, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan menjelaskan bahwa, pemadaman dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni (MA) dan masyarakat untuk membantu pemadaman serta pembasahan lahan di Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir.
Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan dalam kesempatan itu mengimbau kepala daerah seperti gubernur dan bupati mendukung proses penanggulangan karhutla yang sedang dilakukan oleh satuan tugas gabungan (Satgasgab) penanggulangan kebakaran lahan di daerahnya. Pangdam meminta kepala daerah terutama bupati terjun ke lapangan melihat proses pemadaman kebakaran lahan.
“Mohon didukunglah oleh pemerintah daerah, pak bupati, pak gubernur, masyarakat yang membantu pemadaman kebakaran termasuk TNI Polri dan Manggala Agni yang sudah ada di lapangan,” katanya.
Diakui Mayjen Irwan dukungan kepala daerah masih sangat kurang dalam proses penanggulangan kebakaran lahan.

Baca:  Titik Panas Meluas, 15 Helikopter Dikerahkan di Sumsel

Untuk itu mayjen irwan mengajak kepala daerah tersebut bersama-sama personel TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat terjun ke lapangan membantu proses pemadaman.
“Peran pemerintah daerah itu masih kurang, disini pak kades sudah ada, pak camat ada, mungkin perlu pak bupati nengok ke sini melihat apa kesulitan masyarakat, apa kekurangan personel satgasgab dalam rangka mengatasi kebakaran lahan sebab ini wilayah beliau masak tidak ditengok, kita sudah di sini, tidur di sini bersama masyarakat” katanya.
Pangdam Mayjen Irwan mengingatan bahwa tanggungjawab penanggulangan bencana termasuk bencana kebakaran lahan ini ada pada kepala daerah masing-masing.
Untuk itu Pangdam mengajak turun melihat kondisi rakyatnya yang saat ini sedang kesusahan.
“Penangung jawab kejadian bencana di daerah adalah kepala daerah, kita TNI-Polri dan masyarakat hanya membantu,” katanya.
Sedangkan kendala dalam melakukan pemadaman jelas Mayjen Irwan adalah peralatan yang kurang.
“Dalam pelaksanan pemadaman kita perlu dukungan terutama masyarakat, kalau TNI-Polri sudah ada dukungan (peralatan) dari Manggala Agni dan BPBD, namun masyaraat perku dukugan -peralatan dari pemerintah setempat,” katanya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Sumsel H. Iriansyah juga menjelaskan, semua Tim Subsatgas Gabungan sudah berupayah melakukan semaksimal mungkin pemadaman lahan yang terbakar di Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, baik itu dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat sekitar serta Helikopter Water Bombing bantuan BNPB.

Baca:  Dampak Karhutla, ISPA di PALI Meningkat

“Untuk kegiatan hujan buatan atau penyemaian garam di awan belum bisa dilakukan karena tidak adanya awan CB untuk dilakukan penyemaian oleh Tim hujan buatan BPPT”, katanya.#osk