Heri Amalindo dan Ferdian Andreas Lacony Bakal Berduet Kembali di Pilkada Pali

3

Palembang, BP

DPP maupun DPD PDIP Sumsel memberi sinyal kembali bakal berduet Incumbent Heri Amalindo dan Ferdian Andreas Lacony (HAFAL).

Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri menilai chemistry yang ditunjukkan bupati dan wakil bupati PALI pada periode pertama memimpin sangat bagus. Sehingga peluang untuk maju bersama lagi sangat besar.

“Kalau dari fatsun aturan partai harapannya seperti itu. Saya juga yakin Pak Giri sebagai salah satu Ketua DPD terbaik di Indonesia bisa merajut chemistry atau soliditas antara bupati dan wakil bupati PALI yang sudah terjalin baik selama ini,”  kata  Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri saat menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Internal PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel) di ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (14/9).

Menurut Rokhmin, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri terdapat 85% kepala daerah di seluruh Indonesia yang pecah kongsi jelang periode kedua kepemimpinan. Namun dipastikannya jika kepala daerah dan wakilnya sama-sama dari PDI Perjuangan tidak akan terjadi seperti itu.

Baca:  PDIP Sumsel Targetkan  30 Persen Kemenangan di Sumsel

“Alhamdulillah di PDIP tidak begitu. Sebagai partai yang sangat taat akan aturan partai, anda lihat sendirilah hampir tidak ada pecah kongsi antara kepala daerah dan wakilnya kalau keduanya sama-sama dari PDIP. Mungkin hanya 5% yang pecah kongsi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatra Selatan Giri Ramanda Kiemas menambahkan, untuk persoalan Pilkada PALI dimana dua kader PDI Perjuangan sebagai bupati dan wakil bupati tentunya akan taat pada keputusan partai. Sebab pertimbangan DPP dan keputusan Ketua Umum tentunya adalah yang terbaik untuk setiap daerah.

“Nanti partai di DPP akan mengkaji bagaimana baiknya untuk setiap (Pilkada) kabupaten/kota. Itu sudah ada mekanismenya. Kalau DPD hanya menyerahkan calon-calon yang mendaftar. Pastinya sebagai kader harus taat dan tunduk pada keputusan partai,” katanya.

Baca:  Yudha Rinaldi : Tidak Ada Rebutan Jabatan Pengurus di Tingkat Bawah

Sementara itu Bupati PALI H Heri Amalindo menepis adanya istilah pecah kongsi dengan wakilnya Ferdian Andreas Lacony.

“Duet apo dio, kamu gek ado kwarternyo. Ngapo pulo kepala daerah pecah kongsi. Kamu galak keliru ini. Kalau PDIP ini katek istilah pecah kongsi. Men dak pecah kongsi, tetap lah itu. Nah nak diartike nian. Yang jelas kan kita hidup ini idak biso dewekan. Hidup ini perlu wong banyak. Jari kito jempol perlu telunjuk. Artinya kalau dalam agama itu berjamaah. Berjamaah itu wong banyak. Perlu galo dengan wong lain. Ngapo Ngatoke dak perlu dengan wong lain,” jawab Heri yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Sumsel sambil berguyon.

Baca:  DPD PDI Perjuangan Sumsel Gelar Banteng Fun Bike ke 48

Menurutnya, Kursi PDIP di kabupaten sendiri PALI sendiri ada 4.

“Untuk bisa mengusung calon kepala dan wakil kepala daerah harus memenuhi 20 persen parlemen, yang artinya minimal 5 kursi. Bukan memborong artinya mengajak. Kalo memborong itu lahu pecak barang. Inilah galak keliru. Kagek laju kato wong Pak Heri nak borong, wong tersinggung. Apo kami nih murah nak diborong. Artinya itu kita kan berkolaborasi. Namanya kita bekerja itu harus butuh dengan orang lain. Partai-partai seluruh kami butuh. Jangankan partai, masyarakat kami butuh, semua yang terkait untuk kepemimpinan kita, kemajuan daerah, kita butih wong lain. Dak mungkin kito nak dewekan,” katanya.#osk