Mantan Driver Ojek Online Nekat Menjambret

8

BP/IST
Tak punya ponsel untuk menjalankan pekerjaannya sebagai ojek online menjadi alasan bagi Jumli Suardi (35) sampai nekat melakukan aksi jambret dan perbuatan itu justu menjadi jalan untuk mengantarkan pelaku ke sel tahanan Polsek SU II Palembang.

Palembang, BP

 

Satreskrim Polsek Seberang Ulu II Palembang mengamankan mantan driver ojek online saat tengah menjambret, Jumli Suardi (35), Sabtu (7/9).

Warga Jalan Tembok Baru, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang itu, nekat menjambret karena sudah tidak dapat menjadi pengemudi ojek online, usai kehilangan handpone miliknya.

“Sebenarnya profesi saya ini driver ojek online, tapi tidak lagi. Handphone saya hilang. Karena tidak ada handpone itulah tidak ada aplikasi, makanya saya tidak bisa jadi driver ojek online,” kata Jumli.

Baca:  Baru Bebas Melalui Program Asimilasi, Fredi Kembali Menjambret

Dia berujar, saat menjalankan aksinya tidak terlalu pikir panjang. Dia mengaku pasrah saja saat menjambret. Sebab dia tahu akan resiko yang dia hadapi saat tertangkap tengah menjambret.

“Yang pasti saya sudah tahu resikonya, kalau ditangkap polisi pasti kena penjara. Ya mau bagaimana lagi, saya sudah pusing mikirin bagaimana cari duit buat beli hanphone,” terangnya.

Baca:  Dua Pelaku Jambret Diringkus

Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Kompol Yenny Diarty didampingi Kanit Reskrim Ipda Andrean menceritakan kronologis kejadian penangkapan pelaku.

Di mana seorang wanita bernama Nilam Musdalifa menjadi korban jambret pada Sabtu malam (24/8/2019) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Simpang Talang Banten samping kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

Pelaku berhasil diringkus saat tengah berada dirumahnya kemarin, Jum’at (7/9/2019). Dia diamankan beserta barang bukti yang masih dia simpan. Barang bukti itu meliputi tas dompet kotak-kotak berwarna coklat dan satu unit handphone merk Xiaomi 5A warna silver senilai uang Rp1,3 juta.

Baca:  Penjambret Dibekuk Oleh Korbannya

“Atas semua perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” tegasnya.#osk