“Saya Memilih Diam Karena Saya Berdamai Dengan Diri Saya”

5

 

BP/IST
Irjen Firli Bahuri

IRJEN Firli Bahuri yang saat ini menjadi Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi satu-satunya calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2023 dari Kepolisian RI yang namanya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Firli merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1990. Pria kelahiran 7 November 1963 itu pernah menjabat sebagai ajudan Wakil Presiden Boediono pada tahun 2012.

Sebelum jabatan tersebut, ia pernah menduduki kursi Deputi Penindakan KPK.
Kontroversi saat di KPK Firli diduga melanggar kode etik karena bertemu dan bermain tenis dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) pada 13 Mei 2018.

Padahal, saat itu TGB menjadi saksi dalam sebuah kasus yang sedang ditangani KPK.

Berdasarkan catatan, Firli sudah menjalani pemeriksaan di internal KPK terkait masalah ini.
Penolakan LSM hingga pegawai KPK Dugaan pelanggaran tersebut memunculkan penolakan terhadap Firli dari berbagai pihak.

Kepada Wartawan Beritapagi, Dudy Oskandar melalui What Apps, Kamis (5/9) Irjen Firli Bahuri membantah semua tudingan tersebut.

Tanya (T):    Bagaimana anda mengklarifikasi tudingan-tudingan miring tersebut?
Jawab (J):    Saya mengikuti semua proses seleksi, tidak ada yang berbeda. Semua calon memiliki waktu, ruang, kesempatan , hak dan kewajiban yang sama. Jadi tidak ada satupun calon yang memperoleh hak privilage apalagi dapat fasilitas karpet merah.
Saya sudah mengikuti test secara terbuka, transparan yang dilaksanakan pansel. Bahkan saat uji publik, saya menyatakan bahwa jika saya memenuhi syarat kriteria jangan tidak diluluskan sebaliknya kalau saya tidak memenuhi syarat kriteria jangan saya diluluskan.

T: Maknanya?
J: Maknanya saya ingin pansel tetap fair, jujur, profesional dan memberi hak sama dan perlakuan yang sama terhadap semua calon.

Firli sempat mengirimkan puisinya berjudul Bhineka Tunggal iIka= Indonesia Oleh FB 2019.
Dalam suatu renungan.
Yang tersekap oleh keberagaman.
Namun terikat indahnya perbedaan.
Seperti sebuah alunan akan arti perbedaan..

Kita diciptakan berbeda dan dalam perbedaan.
Untuk saling mengenal, supaya kekal.
Untuk melengkapi dan menggenapi.

Tanahku indonesia, diamanahkan untuk segenap anak bangsa.
diijinkan untuk diinjak oleh perbedaan.
Perbedaan budaya,warna kulit, bentuk mata, dan agama.
Namun diikat dalam tujuan Indonesia.

Untuk , kita semua untuk didiamkan.
Ketidakadilan yang dibiasakan.
Perlakuan yang dibedakan.
Karena itu tidak dibenarkan ,
Sang pencipta.

Saya terus bersuara, dan akan terus bersuara.
Saya Indonesia,
Anda Indonesia,
Kita Semua Indonesia.
Satu untuk semua,
Semua untuk satu.
Semua untuk semua.
Untuk Kebhinekaan, Dalam Persatuan Dan Kesatuan.
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indonesia Raya.

T: Tanya banyak orang tidak percaya dengan klarifikasi anda kemarin?
J: Ya bang, saya capek menjelaskan karena orang-orang sudah punya frame. Mereka bilang saya main golf dengan TGB, padahal saya tidak pernah main golf.

T: Sikap anda saat ini?
J: Jadi saya memilih diam, baru saat uji publik saya memberikan penjelasan terbuka di pansel Capim KPK. Saya memilih diam karena saya berdamai dengan diri saya.

T: Harapan anda untuk Indonesia?
J: Saya ingin NKRI terbebaskan dari korupsi.