Golkar Sumsel : Tidak Ada Pemecatan, Yang Ada Pergeseran

6

BP/DUDY OSKANDAR
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herpanto didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumsel, Jamratul, Wakil Ketua Bidang Pemuda , DPD Partai Golkar Sumsel Augie Bunyamin dan Biro Kepemudaan Darmansyah saat menjelaskan kepada wartawan terkait penggantian pengurus di DPD Partai Golkar Sumsel, Kamis (29/8).

Palembang, BP

DPD Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan revitalisasi kepengurusan di Hotel Excelton Palembang dalam rapat koordinasi partai Golkar di hotel Excelton pada Minggu (25/8) siang.hasilnya ada sejumlah pengurus Golkar Sumsel yang di rolling namun hal ini berbuntut sejumlah pengurus Golkar Sumsel membuat pengaduan ke Mahkamah Partai Golkar lantaran menganggap mereka mengaku dipecat.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herpanto didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumsel, Jamratul, Wakil Ketua Bidang Pemuda , DPD Partai Golkar Sumsel Augie Bunyamin dan Biro Kepemudaan Darmansyah mempersilahkan yang bersangkutan melapor permasalahan tersebut ke Mahkamah Partai.
“ Tapi perlu kita luruskan bahwa ini revitalisasi biasa dilakukan, mungkin kita dibuang kata-kata dipecat itu, tidak ada pemecatan yang ada pergeseran, roling, artinya ada beberapa rekan yang naik sebagai penasehat, ada juga yang mengisi kekosongan baik yang meninggal maupun tidak aktip, rekan-rekan yang masih berposisi sebagai pengurus kemarin itu , itu karena dewan penasehat kita kemarin belum ada sehingga pak Alex (Ketua DPD Partai Golkar Sumsel H Alex Noerdin ) memutuskan mereka diangkat di dewan penasehat,” kata Herpanto kepada wartawan, Kamis (29/8).
Sejauh ini menurutnya revitalisasi yang dilakukan telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) oleh DPP Partai Golkar.
“ Untuk Dewan Penasehat , dari DPD Partai Golkar Sumsel , tapi kalau SK Kepengurusan itu DPP, logika berpikirnya seperti itu,” katanya.
Dia memastikan dalam kepengurusan Golkar satu periode ada hak ketua untuk melakukan revitalisasi,” Artinya tidak selamanya orang hasil Musda itu lempeng sampai dengan akhir, tergantung mereka aktif atau tidak , sehat atau tidak , kalau mereka sudah tidak lagi seperti pak Nasrun dan pak Toni ya memang harus diganti, persamaan pergantian ada pertimbangan lain yang dilakukan oleh ketua , tapi tidak memecat mereka, mungkin kata memecat kita hilangkan, tidak ada pemecatan, Golkar Provinsi tidak berhak memecat, yang berhak memecat itu adalah DPP, hanya ada pergeseran, jadi di Dewan Penasehat,” katanya.
Dalam rapat koordinasi partai Golkar di hotel Excelton pada Minggu (25/8) siang menurutnya tidak terjadi ricuh, namun Golkar Sumsel sedang berdinamika.
“ Tapi kita punya aturan sampai ke tingkat DPP yang akan membatasi dinamika ini yang akan memutuskan adalah DPP , silahkan , bahwa kita tidak akan lari dari koridor ini baik dari pihak yang merasa dirugikan atau pihak lain, ini akan berdinamika sampai ke DPP dan keputusan akhir di DPP, apapun keputusan DPP kita siap menerima,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Sumsel Jamratul menilai penggantian antar waktu ini ada wadah yang menampungnya dalam AD/ART Partai Golkar yaitu Dewan Pertimbangan.
“ Ada juga rolling, perputaran dalam struktur, ada dari wakil sekretaris, ada biro naik sesuai tingkatan kaderisasi, ada wakil ketua berputar roling tempatnya itu, saya dari Wakil Ketua juga duduk sekarang ini Wakil Bidang Organisasi,” katanya.
Terkait usulan, saran dalam rapat pleno dan dinamika di rapat Partai Golkar Sumsel di Hotel Excelton Palembang pekan lalu dia menilai sah-sah saja dan pihaknya tampung.
“Seleksi keputusan ini , kabupaten kota maupun provinsi ini ada hak tim seleksi di DPP Partai Golkar, track recordnya ada mekanismenya harus lima tahun berturut-turut pengurus Golkar dalam tingkatan atau satu tingkatan, pendidikan S1 dan lain-lain untuk kebutuhan pimpinan di DPRD, proses rapat ada dinamika itu biasa, silang pendapat itu biasa karena ini menyampaikan usul dan saran, secepatnya kita akan mendapatkan keputusan terbaik dari DPP Partai Golkar,” katanya.
Dia juga menambahkan, DPD Golkar dibawah kepemimpinan H. Alex Noerdin, mendapat prestasi yang cukup baik, dari sebelumnya mendapat 10 Kursi sekarang 13 kursi.
“Di tingkat Kabupaten Kota, partai golkar mendapatkan 15 pimpinan dengan 6 ketua DPRD yakni Lubk Linggau, Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, Prabumulih dan OKU Timur,” katanya.
Wakil Ketua Bidang Pemuda , DPD Partai Golkar Sumsel Augie Bunyamin menambahkan untuk 8 orang nama yang diusulkan ke DPP Partai Golkar untuk menjabat Ketua DPRD Sumsel masih bersifat bakal calon belum calon dan semuanya diserahkan ke DPP Partai Golkar.#osk