Perkuat Komitmen Jaga Gambut, BRG dan Masyarakat Lakukan Deklarasi

5

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat menandatanganan Deklarasi Gotong Royong Jaga Gambut di Muara Padang, Sabtu (17/8/2019).

Palembang, BP — Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki ekosistem gambut yang cukup besar sehingga untuk memperkuat komitmen menjaga gambut, Badan Restorasi Gambut (BRG) dan masyarakat Muara Padang melakukan deklarasi pada Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74, Sabtu (17/8/2019).

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, Kabupaten Banyuasin terutama Kecamatan Muara Padang ini merupakan penyangga Taman Marga Satwa Padang Sugihan. 2015 lalu, Padang Sugihan yang memiliki luas 80 ribu hektar lebih ini terbakar sampai 60 ribu hektar.

“Sehingga kita harus membasahi kembali Padang Sugihan agar tidak membawa bencana asap, kita ajak masyarakat di kabupaten dan kecamatan ini untuk membasahi gambut dan membawa program untuk menyejahterakan masyarakat seperti penggemukan sapi, pertanian dan lainnya,” jelasnya.

Baca:  Sumsel Butuh Regulasi Lahan Gambut

Deklarasi Jaga Gambut yang dilakukan BRG, Camat Muara Padang dan para kades ditandai dengan ikrar dan penandatanganan deklarasi. Hal ini agar ekosistem gambut yang ada di Banyuasin terutama Padang Sugihan dijaga terus.

“Tentu juga harus didukung oleh masyarakat, pemerintah pusat, kecamatan, desa dan kelompok tani sehingga tidak ada lagi kebakaran dan gambutnya pulih dan sehat,” katanya.

Baca:  Pertama Di Indonesia, Sumsel Pelopori Perda Gambut

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumsel Edward Chandra mengatakan, ekosistem gambut di Sumsel luar biasa nomor 2 setelah Riau, sekitar 1,2 juta hektar. Provinsi Sumsel masuk dalam salah satu dari tujuh provinsi penting dalam upaya untuk penyelamatan lahan gambut karena terdapat 650 ribu hektare lahan gambut rusak.

“Diprogramkan secara bertahap sesuai arahan BRG dan tim restorasi gambut, hingga 2020 mendatang sudah dapat terestorasi ekosistem gambut ini dengan berbagai perogram pembasahan, revitalisasi dan revilisasi,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Myrna A Safitri mengatakan, pihaknya memberikan edukasi langsung kepada warga melalui fasilitator yang tinggal bersama masyarakat selama kurang lebih 10 bulan setiap tahunnya.

Baca:  Kembangkan Ecoregion Pertama di Dunia di Sumsel

Mengajak masyarakat memelihara gambut, memberikan alat peraga pendidikan kepada siswa SD di seluruh desa peduli gambut agar terintegrasi dengan materi pembelajaran di sekokah. Kemudian kelompok anak muda, seniman pangan memproduksi beberapa produk.

“Juga memberikan edukasi kepada pemangku agam agar memasukkan materi pemeliharaan gambut agar tersampaikan langsung kepada warga,” katanya. #pit