Otak Kaburnya 30 Tahanan dari Polresta Palembang di Tembak

14

BP/IST
Komaini alias Otong, yang mempunyai peran besar terkait peristiwa kaburnya 30 tahanan dari sel Mapolresta Palembang

Palembang, BP

Komaini alias Otong, yang mempunyai peran besar terkait peristiwa kaburnya 30 tahanan dari sel Mapolresta Palembang pada 5 Mei lalu, akhirnya kembali ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, Senin (5/8).
Pelaku yang berperan membentuk pinset menjadi kunci pembuka gembok untuk para tahanan keluar masuk dan menjebol ventilasi menggunakan potongan kayu kusen yang ada di kamar mandi tersebut ditangkap di daerah Cilegon, Provinsi Banten setelah penyidik Polresta Palembang berkoordinasi dengan jajaran Satreskrim Polres Serang Kota.
Setelah berhasil meloloskan dari dari sel tahanan, dirinya mengaku sempat pulang ke rumah orangtuanya di daerah Prajen, Kabupaten Banyuasin, kemudian melanjutkan perjalanan ke Prabumulih dan Tulang Bawang, Lampung, hingga akhirnya menetap dan bekerja di daerah Cilegon, Banten.
“Pulang ke rumah orangtua sekitar 10 menit, cuma mengambil dompet kakak saya, setelah itu langsung pergi ke Prabumulih dan tepatnya saat lebaran saya bersembunyi di dalam hutan di daerah Tulang Bawang,” kata Komaini saat diamankan di Polresta Palembang, Selasa (6/8).
Bapak tiga anak yang sempat 45 hari menjalani penahanan di Polresta Palembang sebelum kabur ini mengaku sangat rindu dengan keluarga dan beberapa kali ingin pulang ke Palembang untuk menyerahkan diri.
“Setelah kabur dari penjara saya juga tidak pernah bertemu dengan keluarga dan selema dua bulan di Cilegon, saya bertahan hidup dengan bekerja sebagai kernet mobil,” kata pelaku sambil menahan sakit akibat luka tembak di kedua kakinya.
Sementara itu Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah melalui Kasat Reserse Narkoba Kompol Ahmad Akbar mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan jajaran Polres Serang Kota.
“Selama ini pelaku selalu berpindah tempat dan beberapa kali dilakukan penggrebekan di daerah Prabumulih, tapi yang bersangkutan sudah melarikan diri dan saat mendapat informasi keberadaan pelaku langsung kita sergap,” kata Akbar.
Dirinya menjelaskan, tersangka merupakan otak dari kaburnya para tahanan pada 5 Mei lalu. Ia berperan membuka kunci setiap sel dan menggergaji terali besi, hingga para tahanan lainnya dapat melarikan diri.
“Pelaku ini adalah otak dari kaburnya para tahanan untuk melarikan diri dan dia juga yang memprovokasi para tahanan untuk kabur,” jelasnya.
Untuk itu atas perbuatannya, Akbar menambahkan, selain tetap dijerat Pasal 112 dan 114 Undang-undang Narkotika sebagai pidana pokok, tersangka juga akan dijerat dengan perkara pengrusakan sel tahanan.
“Sejauh ini ada lima pelaku lainnya yang masih diburu dan kita imbau untuk segera menyerahkan diri. Bahkan jika melawan saat penangkapan tetap akan diberikan tindakan tegas,” katanya.#osk