Bukit Seguntang Akhirnya Diserahkan Ke Pemprov Sumsel

11

BP/DUDY OSKANDAR
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal., SP, M.Sc

Palembang, BP

Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi, SP, MSC memastikan setelah ditelusuri ternyata telah di tandatangani Surat penyerahan aset Bukit Seguntang dari pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonsia (RI) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di wakili Sekda Sumsel H Nasrun Umar pada 12 Maret 2019 lalu

Sebelumnya Bukit Seguntang dilakukan rehab oleh pihak Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonsia (RI) namun para sejarawan dan arkeolog menolak rehab Bukit Seguntang tanpa kajian yang telah merusak Bukit Seguntang itu sendiri oleh oknum pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kala itu atas nama kepentingan proyek pembangunan.

Menurut Aufa, setelah Bukit Seguntang diserahkan ke Pemprov Sumsel maka akan di data di Badan Aset Sumsel , baru pengelolaannya diserahkan ke Disbudpar Sumsel.

Baca:  Bukit Seguntang Butuh Sejarah Yang Otentik, Bukan Sejarah Berdasarkan Katanya

“Satu langkah yang positif dan tinggal menunggu penyerahan aset tersebut kepada Disbudpar Sumsel untuk pengelolaannya. Intinya tidak Ada lagi penghalang atau hambatan untuk kita sama-sama memikirkan untuk mengembalikan ” Marwah Keagungan Sang Maha Meru ” Bukit Seguntang ” sebagai cagar budaya International,” katanya, Rabu (31/ 7)
Tapi kedepan pihaknya akan menggelar FGD Bukit Seguntang dulu, melibatkan para seluruh pelaku pariwisata, pelaku seni budaya, sejarawan, arkeolog, untuk duduk bersama membicarakan kedepan mau diapakan Bukit Seguntang.
“ Artinya kedepan kita jangan salah langkah lagi, semua masukan yang memang para pakar dibidangnya, kita ajak bicara bersama mau diapakan Bukit Seguntang kedepan, artinya dengan rekomendasi-rekomendasi itulah menjadi kekuatan kita untuk berbuat sesuatu untuk mengembalikan marwah Seguntang Maha Meru yang sudah menjadi cagar budaya internasional karena sudah di akui Unesco,” katanya.
Aufa mengatakan, karena sekarang sudah ada sejumlah galeri di Bukit Seguntang menurutnya akan di manfaatkan seperti untuk ruang pameran dan galeri untuk kuliner.
“Kuliner itulah yang kita tawarkan kepada komunitas untuk mengisi kalau mereka berkenan,” katanya.
Untuk mencegah agar Bukit Seguntang jangan mudah di ubah bentuknya, Aufa akan melihat hasil FGD nanti.
” Pasti akan muncul sebuah produk, hasil FGD ada produk, ada semacam komitmen, komitmen inilah yang akan kita sampaikan ke pimpinan dalam hal ini Gubernur, mungkin akan dikeluarkan mungkin peraturan gubernur atau mungkin di perdakan sebagai kekuatan hukumnya , jika sudah diperdakan siapapun tidak boleh melanggar itu,” katanya.
Bukit Seguntang adalah sebuah bukit seluas 16 hektare di ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut, terletak sekitar 3 kilometer dari tepian utara Sungai Musi, Kota Palembang.
Di area situs Seguntang ditemukan beberapa benda purbakala bersifat Buddhis masa Kerajaan Sriwijaya (abad ke-6-13 Masehi) dan makam leluhur orang Palembang.
Dari benda-benda purbakala yang ditemukan, menunjukkan bahwa Bukit Seguntang adalah salah satu kawasan pemujaan dan keagamaan kerajaan.
Hal ini terlihat dari arca Buddha bergaya Amarawati (abad ke-2-5 Masehi) yang ditemukan pada 1920-an. Arca berbahan granit setinggi 277 senti meter tersebut disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Di sana juga ditemukan fragmen arca Bodhisatwa, stupa, fragmen prasasti beraksara Pallawa, arca Kuweda, arca Buddha Wairocana.#osk