3 Anggota Polresta Palembang Ini Jalani Sidang Disiplin

12

BP/IST
Polresta Palembang gelar sidang disiplin tiga anggota Unit Tahti Polresta Palembang terkait kaburnya 30 tahanan. Sidang tersebut digelar di Aula Satres Narkoba Polresta Palembang, Jumat (26/7).

Palembang, BP

Polresta Palembang gelar sidang disiplin tiga anggota Unit Tahti Polresta Palembang terkait kaburnya 30 tahanan. Sidang tersebut digelar di Aula Satres Narkoba Polresta Palembang, Jumat (26/7).

30 tahanan narkoba Polresta Palembang kabur dengan cara menjebol ventilasi kamar mandi tahanan Polresta Palembang, Minggu (5/5) lalu.
Dalam sidang tersebut, turut pula dihadirkan saksi yakni Aiptu Andrianto dan Brigpol Aldo.
Keduanya dimintai keterangan oleh petugas terkait kejadian kasus 30 tahanan narkoba yang kabur tersebut.
Adapun yang di sidang dalam hal ini yakni Kasat Tahti Polresta Palembang Iptu Sukono, dan dua anggotanya Aiptu Darusamil dan Bripka Ahmad Hasan.
Ketiga anggota kepolisian ini di sidang lantaran diduga tidak melakukan pengecekan fasilitas tahanan Polresta Palembang dan nantinya akan diberikan sanksi.
Waka Polresta Palembang, AKBP Prasetyo Purboyo, usai sidang disiplin jajaran Polresta Palembang yang rencananya akan dilanjutkan setelah salat Jumat.
“Kita akan memberikan sanksi baik peringatan secara tertulis hingga akan berpengaruh terhadap karir mereka dalam kepolisian,” kata Wakapolresta.
Dikatakan Wakapolresta, pihaknya sudah menentukan masing-masing terkait sanksi dari anggota tersebut.

Baca:  Dianiaya Mahasiswi Ini Lapor Polisi

Untuk sanksinya sendiri berbeda-beda tergantung pada jabatan dan tugas mereka pada saat itu,” katanya.
Lebih jauh ia mengatakan, seharusnya unit Tahti Polresta Palembang melakukan pengecekan terhadap fasilitas di tahanan, mulai dari gembok, terali besi hingga kebutuhan air mandi para tahanan.
“Tugas unit ini adalah pengelolaan dan manajemen yang berkaitan dengan hal fasilitas yang ada di dalam tahanan, ketiga anggota kita ini kita terkena sanksi karena kelalaian mereka,” katanya.
Dikarenakan anggota ini tidak mengecek secara rutin fasilitas yang ada di dalam tahanan, seperti gembok dan terali besi hingga balok kayu yang ada di dalam sel tahanan yang digunakan untuk kabur oleh 30 tahanan narkoba.
“Kita pastikan para tahanan narkoba ini melakukan aksi pelarian sekitar satu hingga dua minggu sebelum kejadian untuk menjebol ventilasi kamar mandi dan pada saat kejadian juga gembok dalam keadaan terbuka,” tambahnya.
Agar tak terjadi kejadian serupa, ia melanjutkan pihaknya akan menambah personil untuk berjaga serta mengingatkan unit Tahti untuk melakukan pengecekan fasilitas secara rutin disertai dokumentasi.
Semetara itu dalam sidang disiplin yang digelar ada sekitar 17 anggota yang disidang dalam hal kedisiplinan seperti memakai narkoba, disiplin waktu, hingga kehadiran para anggota tersebut.#osk