Jangan Libatkan Tim TP4D Kejari OI Dalam “Proyek Receh”

7

Inderalaya, BP

Banyaknya proyek proyek di Kabupaten Ogan Ilir (OI) membuat Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D) Kejari OI, memberikan space tertentu untuk melakukan pemantauan. Pengawasan tersebut juga melibatkan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan Jaksa Fungsional.

Kasi Intel Kejari OI Efan Apturedi mengatakan ada beberapa kategori proyek yang bisa didampingi untuk tim TP4D, antaranya proyek nasional dan daerah yang sangat strategis menyakut pelayann kepentingan umum, anggaran proyek besar atau rawan diselewengkan.

Baca:  Bagian Umum Setda Ogan Ilir Gandeng Petugas Kebersihan Berperalatan Modern

“ya kalau Rp300jt atau proyek PL mau minta pendampingan tim TP4D bagaimana?, karena di kejaksaan kan jumlah jaksanya saja sedikit, berapa banyak tenaga yg harus dikerahkan, kita realistis sajalah. Jangan proyek receh receh lah minta dampingi, jadi motifnya apa? Ya kalau minta pendampingan minimal nilai proyeknya Rp1miliar. Sampai saat ini sudah ada sekitar 4 dinas yang mengajukan pendampingan. Ya kita lihat dululah apa tujuannya meminta pendampingan. Saya mau kumpulkan dulu agar mereka memberikan pemaparan dari titik 0 soal proyek tersebut. Kemudian setelah pemaparan kita akan melaksanakan rapat apakah proyek tersebut bisa didampingi atau tidak. Kemudian nantinya kita akan surati dinas terkait. Jadi sampai saat ini belum ada yang kita setujui untuk pendampingan,”jelasnya

Baca:  Dugaan Permasalahan Proyek Jembatan KTM, GPPMS Demo

Disinggung soal jika ada oknum yang nekad memasang spanduk bahwa proyeknya sudah ada pendampingan. Ia mengatakan jika ada hal tersebut agar segera melaporkan tindakan tersebut ke Kejari OI. #Hen