Ultimate magazine theme for WordPress.

Buntut Harga Cabe Naik, DPRD Sumsel Panggil Dinas Perindustrian

BP/DUDY OSKANDAR
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel H Sujarwot

Palembang, BP
Tingginya harga cabe di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Rp100 ribu perkilo menjadi perhatian Komisi I DPRD Sumsel.
“Nanti besok kita ada rapat komisi dengan mitra nanti kita panggil Dinas Perdagangan, apa masalahnya? Kita dulu sering operasi pasar-operasi pasar,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel H Sujarwoto, Senin (22/7).
Dia memperkirakan kenaikan harga cabe saat ini dikarenakan kurangnya panen cabe di Sumsel dan sistim tengkulak yang menimbun cabe dan menjelang lebaran di jual dengan harga mahal.
“ Kalau kita sidak ke gudang-gudangnya ada semua, kayak bawang putih kemarin tapi sekarang sudah normal, kita lihat itu dulu,” katanya.
Apalagi menurut politisi Partai Gerindra , saat ini menjelang Idul Adha sehingga harga beranjak naik.
Selain itu dia menjelaskan Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) pekan lalu mengecek ketersediaan beras di Bulog Lubuk Linggau.
“ Stok beras mereka cukup, tinggal pembagian ke sosial tinggal 200an ton lagi stok mereka ada 2000 ton lebih, bagus, paling bagus, “ katanya.
Menurutnya Bulog Lubuk Linggau mewadahi Kabupaten Muratara, Musi Rawas (Mura) dan Lunuk Linggau.
“Dari kunjungan Bulog di Sumsel Bulog Lubuk Linggau paling siap, paling bersih, bagus bener, daging mereka stoknya ada tapi kami fokus ke beras kemarin, untuk persiapan Idul Adha,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...