Kerajaan Sriwijaya Memerangi Kerajaan Kediri, Kesultanan Perlak dan Kerajaan Singasari

136

Oleh: Dudy Oskandar, Jurnalis

PUSTAKA Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara, adalah sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari Cirebon. Konon karya sastra ini merupakan bagian dari Naskah Wangsakerta yang diprakarsai oleh Panitia Pangeran Wangsakerta. Karya sastra ini sempat dianggap kontroversial oleh sejumlah arkeolog Indonesia karena diragukan keasliannya .
Isi buku ini terutama mengenai sejarah, dan terutama sejarah kerajaan-kerajaan di bumi Nusantara, seperti disebut dalam judulnya.
Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara dibagi ke dalam lima “parwa” (bab), yang masing-masing berjudul tersendiri:
Pustaka Kathosana Rajyarajya i Bhumi Nusantara
Pustaka Rajyawarnana Rajyarajya i Bhumi Nusantara
Pustaka Kertajaya Rajyarajya i Bhumi NUsantara
Pustaka Rajakawasa Rajyarajya i Bhumi Nusantara
Pustaka Nanaprakara Rajyarajya i Bhumi Nusantara

Baca:  Selamatkan Situs Pra-Sriwijaya dan Sriwijaya di Muba - OKI

Kisah Pertama Berdasarkan pemeriksaan pada sekian banyak kitab-kitab kuna yang dimiliki oleh mahakawi dari Pulau Sumatera dan mahakawi Pulau Jawa, beginilah kisahnya : dimulai ketika Sri Ghandra menjadi Raja Kediri pada tahun seribu seratus tiga (1103) tahun Saka.

Besar sekali keinginannya untuk memperluas Kerajaan Kediri. Sri Gandra yang bergelar Sri Kroncayyahanda Bhuwa(na)palaka Parakramanindita Digjayottunggadewa, kemudian bersama angkatan perang Kediri menyerang dan menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di pulau-pulau di bumi Nusantara, termasuk yang ada di Pulau Jawa dan pulau-pulau sebelah timurnya. Armada lautnya yang besar berangkat beriringan menuju ke utara, ke timur, ke barat.

Baca:  Arkeolog Bambang Budi Utomo Luruskan Fakta Salah Tentang Kerajaan Sriwijaya

Mereka selalu mendapat kemenangan dalam perangnya. Tetapi kerajaan-kerajaan di pulau bagian barat semua sudah tunduk kepada kerajaan Sriwijaya. Oleh karena itu, balatentara Kediri lalu menyerang kerajaan Sriwijaya. Demikianlah, armada laut Kediri dengan Sriwijaya berperang di tengah laut Jawa Barat. Pada peperangan itu keduanya bertempur dengan gagah berani, tiada yang kalah.

Baca:  Potongan Prasasti Zaman Kerajaan Sriwijaya Ditemukan

Masing-masing kembali ke negerinya. Cita-cita Sang Prabu Kediri tidak tercapai. Sedangkan kerajaan Sriwijaya tidak berani menyerang Kediri. Dengan sendirinya Raja Sriwijaya kemudian menyuruh utusannya pergi kepada Maharaja Cina memberitahukan dan meminta bantuan Sang Maharaja Cina, karena Kerajaan Kediri ingin menyerang Kerajaan Sriwijaya.

1
2
3
4
5
6
7