Ultimate magazine theme for WordPress.

GOPK Sampaikan 2 Tuntutan

BP/IST
Puluhan Gabungan Ormas Penegak Keadilan (GOPK) Sumatera Selatan melakukan aksi demo di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (4/7).

Palembang, BP
Puluhan Gabungan Ormas Penegak Keadilan (GOPK) Sumatera Selatan melakukan aksi demo di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (4/7).
Kedatangan massa menyampaikan sejumlah tuntutan, pertama yakni mendesak Gubernur Sumsel memecat Kepala Sekolah SMAN 6 Palembang. Karena diduga melakukan praktek pungli PPDB tahun 2018-2019 dan mal administrasi.
“Pecat kepala SMAN 6 Palembang, selain diduga melakukan praktek pungli PPDB, juga melakukan mal administrasi seperti, pungutan uang yang dilakukan komite sekolah bukan termasuk kategori sumbangan, melainkan bentuk pungutan dan pembentukan komite sekolah SMAN 6 Palembang, karena bertentangan dengan Permendikbud No 57 tahun 2016 tentang komite sekolah,” kata Koordinator Aksi, Mukri .
Tidak hanya itu saja, mereka juga menolak kebijakan Gubernur Sumsel yang menetapkan 29 SMAN Palembang boleh melakukan pungutan biaya SPP perbulan kepada siswa.
“Ini adalah bentuk penghianatan terhadap UUD 1945. Kami sepakat menolak komersial pendidikan dan pungutan SPP perbulan di 29 SMAN di Sumsel, dan kami minta Gubernur Sumsel membatalkan kebijakan itu,” katanya.
Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, yang mampu menjamin tiap-tiap warga negaranya untuk memperoleh pemerataan kesempatan dan menjamin mutu pendidikan. Untuk mencapal tujuan itu, maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus memfasilitasi hak pendidikan bagi setiap warga negaranya.
Menanggapi aksi tersebut, Kadis Pendidikan Sumsel, Widodo, mengatakan, semua tuntutan aksi akan disampaikan ke Gubernur Sumsel.
“Posisi saya ini PNS yang menjalankan SOP, dan jika saya tidak sesuai SOP saya siap diganti, diknas hanya mendorong dalam hal dunia pendidikan yang kemudian disampaikan kepada Gubernur, karena Gubernur punya visi-misi, kalaupun kinerja saya selama ini tidak benar, saya siap mundur dan diberhentikan,” katanya.
Dia menyebut anggaran pendidikan Sumsel tahun ini sudah teranggarkan 261 milyar lebih, dan dianggaran kembali pada APBD perubahan sebesar 68 milyar lebih.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...