Home / Headline / Gubernur Sumsel Harus Angkat Aksara Uluan Jadi Identitas Sumsel

Gubernur Sumsel Harus Angkat Aksara Uluan Jadi Identitas Sumsel

BP/IST
Suasana kegiatan Heritage Walk Palembang , kelas duduk , dengan tema “Aksara Sumatera Selatan” di Cafe Kenanga, Palembang, Sabtu (29/6).

Palembang, BP
AKSARA uluan (aksara kaganga) adalah aksara yang berkerabat yang dipakai di daerah Sumatra bagian selatan yang mencakup empat provinsi, yakni Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung.
Kata “ulu” menjadi nama aksara ini karena dulunya aksara ini biasa digunakan di daerah-daerah hulu sungai Musi atau disebut daerah ulu. Sebutan Kaganga merujuk pada ketiga huruf pertama pada aksara ini. Secara keseluruhan, aksara ini memiliki 19 huruf tunggal, 9 huruf pasangan (ngimbang), dengan 15 tanda baca yang telah dikenal. Aksara ini juga memiliki aksara angka yang dikenal sebagai angka berjagung.
Keberadaan aksara Ulu menunjukkan bahwa tradisi intelektualisme masyarakat Sumsel dulu sudah berkembang cukup tinggi terutama di daerah-daerah hulu sungai di Sumatra bagian selatan.
Namun, seperti nasib aksara-aksara Nusantara lainnya, tidak banyak masyarakat yang mengenal aksara Ulu karena tidak digunakan lagi untuk kepentingan sehari-hari.

Arkeolog dari Balai Arkeologi (balar) Sumatera Selatan (Sumsel) Wahyu Rizky Andhifani melihat pembangunan di Sumsel lebih terfokus pada bidang tertentu saja , namun masalah identitas daerah terutama aksara atau bahasa uluan ini tidak diangkat.
“Aksara itu khan identitas daerah, kalau enggak di angkat susah juga , gimana kalau kita kehilangan sebuah identitas bagaimana , ibarat berjalan tanpa arah, kayak gitu, kalau kita punya identitas, identitas ini harus kita angkat kepermukaan,” katanya usai kegiatan Heritage Walk Palembang , kelas duduk , dengan tema “Aksara Sumatera Selatan” di Cafe Kenanga, Palembang, Sabtu (29/6).
Menurutnya Balai Arkeologi Sumsel sudah menyarankan agar pemerintah daerah untuk mengangkat aksara uluan ini menjadi identitas dari tahu 2009.
“ Pagaralam itu salah satu rekomendasi kita dulu, ketika 2008 saya penelitian ya buat nama jalan dan segala macam, walaupun mereka buatlah walaupun tidak 100 persen, enggak apa-apa paling tidak ada usaha untuk itu, daerah lain saya belum dengar , paling tidak saya mengharapkan tidak dia dibuat menjadi muatan lokal, padahal perdanya sudah ada tuh yang provinsi,” katanya.
Untuk mengangkat identitas aksara uluan atau bahasa uluan menjadi identitas daerah menurutnya harusnya dimulai dari Gubernur Sumsel melalui kebijakannya karena aksara uluan itu adalah identitas Sumsel.

BP/IST
Suasana kegiatan Heritage Walk Palembang , kelas duduk , dengan tema “Aksara Sumatera Selatan” di Cafe Kenanga, Palembang, Sabtu (29/6).

“Intinya aksara uluan ini harus jadi muatan lokal, agar anak-anak muda , siswa-siswa tidak lupa kalau kita punya identitas daerah, entah bentuknya nanti jadi mata pelajaran, kalau di UIN Raden Fatah sudah ada mata pelajaran aksara Sumatera Kuno namanya,” katanya.
Akrasa uluan ini menurutnya, berkembang di Sumsel diabad 16-17 .
“ Aksara Sumatera kuno itu khan kalau identik di Jawa , Jawa kuno tetapi kita rubah namanya menjadi Sumatera kuno karena dia punya ciri khas sendiri,” katanya.
Dia berharap generasi bisa menulis dan membuat bahkan sampai membaca aksara uluan supaya aksara uluan tidak luntur dengan sendirinya.
Selain itu menurut dosen UIN Raden Fatah ini, aksara ulu (aksara kaganga) dalam perkembangannya menyebar hampir setiap kabupaten kota di Sumsel atau daerah uluan di Sumsel seperti diantaranya Pagaralam, Lahat, Muaraenim, Empat Lawang, Lubuk Linggau.
“ Untuk kota Palembang aksaranya , walaupun ada juga aksara uluan ditemukan di Palembang tapi itu datangan dari daerah uluan juga mungkin dibawa anaknya, saudaranya, kalau Palembang sendiri banyak aksara arab melayu, karena masa Kesultanan Palembang Darussalam, kalau mau diangkat identitas Palembang bisa dari aksara arab melayu oleh Pemkot Palembang,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Ikuti Tes Kesehatan Heri Amalindo Mendapat Ucapan Ulang Tahun dari Awak Media dan Pegawai RSMH

Palembang, BP Ada pemandangan tak biasa saat pelaksanaan tes kesehatan yang dilakukan calon Bupati di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) ...