Home / Headline / Jalinteng Macet Jadi Arena Pungli

Jalinteng Macet Jadi Arena Pungli

Para pelaku pungli diamankan petugas.  

Muaraenim, BPKemacetan arus lintas yang terjadi di jalur Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera tepatnya di Jalan Lintas Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim, sejak Jumat siang hingga – Senin dini hari (21-24), telah dimanfaatkan sejumlah oknum pemuda desa setempat untuk melakukan pungli kepada para sopir mobil yang terjebak macet.

               Pungli yang dilakukan dengan modus memberikan jasa mengatur lalu lintas untuk menghindari macet kepada para sopir mobil yang terjebak macet dengan meminta imbalan uang.

               Beruntung petugas gabungan Polsek Tanjung Agung, segera mengambil tindakan tegas dengan mengamankan sedikitnya 10 oknum pemuda yang melakukan pungli kepada sopir mobil tersebut. Para pemuda yang melakukan pungli tersebut diamankan di Mapolsek Tanjung Agung berikut barang bukti uang hasil punglinya.

               Kemacetan itu terjadi bermula dari adanya pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Lintas Timur ke Jalan Lintas Tengah dari arah Lampung menuju Sumsel, akibat terjadinya jembatan ambruk di kawasan Mesuji OKI. Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas tersebut, membuat jalur lalu lintas tengah Muaraenim-Baturaja menjadi padat.

               Akibatnya pada Jumat (21/6) sekitar pukul 08.10 WIB, sebuah mobil fuso tronton yang mengangkut tiang baja tower, keluar bahu jalan dikarenakan bodi mobil terjalu panjang. Peristiwa itu terjadi di tikungan Tajam Jalan Lintas Tengah Desa Lebak Budi, Kecamatan Tanjung Agung.

               Karena posisi mobil itu melintang badan jalan, sehingga terjadi kemacetan arus lalu lintas. Kondisi kemaceta menjadi parah, karena kendaraan yang datang dari arah Baturaja menuju Muaraenim begitu juga sebaliknya saling mendesak. Sehingga tidak ada lagi ruang badan jalan untuk berselisih.

                Sehingga terjadi kemacetan cukup parah sampai 3 hari lebih. Petugas Polsek Tanjung Agung, mengalami kesulitan untuk mengurai kemacetan tersebut, karena kondisi badan jalan yang menikung tajam dan berbukit bukit.

                Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas mencapai puluhan kilometer dari kedua arah tersebut. Kondisi kemacetan tersebut telah dimanfaatkan sejulah oknum pemuda desa melakukan pungli kepada para sopir mobil yang terjebak macet berdalih memberikan jasa memandu untuk menghindari kemacetan.

                 Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur, ketika dikonfirmasi, Senin (24/6) membenarkan telah mengamankan oknum pemuda yang melakukan pungli memanfaatkan kondisi kemacetan arus lalu lintas tersebut.

                 Menurut Kapolsek, kemacetan arus lalu lintas jalan Lintas Tengah mulai dari Desa Muara Meo,  Kecamatan Pandan Enim sampai Desa Matas, Kecamatan Tanjung Agung terjadi mulai Jumat (21/6) sampai Senin (24/6).

                Dijelaskannya, akibat dari kemacetan tersebut diduga timbulnya kegiatan pungli  yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Diantaranya terjadi di Pandan Enim, Desa Lambur, Desa Sukaraja, Desa Pandan Dulang dan Desa Simpang Meo.

                 Modus yang dilakukan, lanjutnya, dengan cara mengatur kendaraan  yang melewati jalan di desa tersebut untuk mengurangi kemacetan. Pada saat kendaraan akan melintas titik tersebut, mereka yang melakukan pengaturan lalu lintas meminta jasa kepada pengemudi dengan mengumpulkan sejumlah uang yang dalam kardus.

              “Jumlah uang jasa yang diterima oleh oknum masyarakat bervariasi mulai dari Rp 2 ribu-5 ribu dengan cara meminta dari para sopir. Ada juga sebagian oknum masyarakat yang melakukan pemerasan kepada sopir kendaraan truk, bus AKAP maupun kendaraan pribadi,” jelasnya.

               Menurutnya, pihaknya telah berhasil mengamankan sejumlah pelaku pungli tersebut yang terjadi di Desa Lambur, Desa Muara Meo Kecamatan Panangenim. “Saat ini pera pelaku telah diamankan di Mapolsek Tanjung Agung dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Muaraenim,” jelasnya  

               Dijelaskannya, biaya yang dikeluarkan para sopir untuk uang jasa pelaku pungli mulai dari Desa Simpang Meo sampai dengan Desa Lambur sekitar Rp 50 ribu.

               Untuk mengantisipasi kemacetan tersebut, lanjutnya, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Satlantas OKU dan Dishub Kabupaten OKU  untuk melakukan pembatasan jam melintas kendaraan yang hendak melintas jalur Lintas Tengah.  Karena badan jalan yang sempit dan beberapa titik mengalami kerusakan sehingga akan menimbulkan kemacetan panjang.#nur

 

x

Jangan Lewatkan

Sang Penjaga Kedaulatan, Sultan Amuk Ahmad Najamuddin Prabu Anom

Palembang, BP Untuk mengusir Belanda dari Negeri Palembang, dan merebut kembali kekuasaan, harga diri dan Istana yang telah dirampas, maka  ...