Lawang Borotan, Pintu Terakhir dilalui SMB II, Berhasil dibersihkan Pemkot Palembang

16

BP/DUDY OSKANDAR
Sabtu (22/6) Lawang Borotan berhasil di bersihkan dari tanaman liar oleh petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera-KP) Palembang

Palembang, BP
Lawang Borotan yang merupakan pintu terakhir yang dilalui Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang dan sekeluarga sebelum menuju kediaman Pangeran Adipati Tua di Muara Sungai Sekanak, selanjutnya di bawa Belanda ke Batavia untuk diasingkan ke Ternate selama ini Lawang Borotan tak terawat dan ditumbuhi tananam liar hingga menjadi pohon besar di atasnya.

Betahun-tahun Lawang Borotan tak kunjung di bersihkan lantaran tidak ada perhatian berbagai pihak untuk membersihkan Lawang Borotan yang merupakan bagian dari Kraton Kuto Besak atau bisa di sebut Benteng Kuto Besak (BKB), namun atas inisiatip Sekda kota Palembang Drs Ratu Dewa Msi , Sabtu (22/6) Lawang Borotan berhasil di bersihkan dari tanaman liar walaupun masih menyisikan satu pohon besar yang belum dibersihkan lantaran akan dibersihkan kemudian dengan melihat kondisi keamanan lingkungan sekitar.
Pembersihan dilakukan dari pukul 10.00 hingga pukul 11.20 dimana pihak Pemkot Palembang menerjunkan satu unit mobil crane dan satu unit truk.
Sekda kota Palembang Drs Ratu Dewa Msi mengatakan, petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera-KP) Palembang yang telah membersihkan tanaman luar diatas lawang borotan tersebut.

Baca:  Hujan Interupsi, Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Empat Lawang di KPU Sumsel Diperpanjang

“Yang lainnya cobo kito cek lagi, bakal membahayakan atau tidak atau di cari pola lain, di pangkas yang diatas dulu, bagaimana caranya untuk yang lebih paham,” katanya sembari mengaku kalau Lawang Borotan adalah heritage di kota Palembang.
Selain itu Ratu Dewa mengaku telah memerintahkan pihak dinas PU PR dan DHK dan dalam waktu dekat mereka akan mengecat dan membersihkan sekitar Lawang Borotan tersebut.
Mengenai kekumuhan kawasan dalam BKB sendiri , Dewa berjanji akan melakukan pengecekan langsung.
Sedangkan salah satu petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera-KP) Palembang membersihkan tanaman luar diatas lawang borotan tersebut mengatakan, kalau pihaknya sudah membersihkan tananaman liar diatas lawang borotan.
“Untuk yang pohon kita cari cara lain karena kalau langsung ditebang takut menimpa rumah sekitar atau pedagang di bawahnya, apa diracun dulu nanti pohonya,” katanya.

Baca:  Peringatan Kemerdekaan RI Ke 74 , Iasma Puspa Gelar Diskusi Sejarah Depan Lawang Borotan
BP/DUDY OSKANDAR
Sabtu (22/6) Lawang Borotan berhasil di bersihkan dari tanaman liar oleh petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera-KP) Palembang

Pasca pembersihan Lawang Borotan , apresiasi dari sejumlah pihak di kota Palembang bermunculan , salah satunya dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn.

“Kita mengapresiasi pembersihan yang dilakukan Pemkot Palembang dengan membersihkan Lawang Borotan, harapan kita kedepan seluruh kawasan BKB juga dibersihkan sehingga bisa mendukung pariwisata di kota Palembang,” kata Fauwaz Diraja.

Sedangkan pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan melihat Lawang Borotan memiliki nilai sejarah yang tidak boleh dilupakan masyarakat Palembang.

“Dari areal kraton Kuto Besak yang dibangun Sultan Muhammad Bahauddin sekitar tahun 1780, Lawang Borotan yang relatif masih asli seperti keadaan pada dua abad lalu. Pintu gerbang samping kanan dari kraton Kuto Besak ini menyaksikan kejadian sangat penting dari rangkaian peristiwa heroik dari Sultan Mahmud Badaruddin II pahlawan nasional kebanggaan Sumatera Selatan,” katanya.

Baca:  14 Tersangka Penyerangan Anggota Polsek Ulu Musi di Ringkus

 

Menurut catatan sejarah inilah pintu gerbang terakhir dari kraton Kuto Besak yang dilalui pahlawan nasional Sultan Mahmud Badaruddin II sekeluarga sebelum singgah beberapa saat di istana kediaman saudara sultan yakni Pangeran Adipati Tua di muara sungai Sekanak. Di mana untuk selanjutnya sultan sekeluarga dibawa ke Batavia dan selanjutnya diasingkan ke Ternate.

Selama ini menurutnya, kondisi Lawang Borotan sangat memprihatinkan, padahal merupakan saksi bisu perlawanan heroik rakyat Sumatera Selatan pada penjajahan. Beratus tahun terlantar, bahkan 74 tahun di era kemerdekaan tidak terurus dengan ditumbuhi pohon besar yang akarnya menempel dan merayapi dinding gerbang bersejarah ini.

“Saya memberikan apresiasi pada inisiatif Pemerintah Kota Palembang yang melakukan pembersihan pada tumbuhan liar di Lawang Borotan yang merupakan pintu gerbang samping kraton Kuto Besak ini. Selanjutnya upaya perawatan yang baik sesuai dengan prosedur arkeologis supaya nilai heritage bangunan ini terjaga,” katanya.#osk