RS Santo Antonio Baturaja Belum Terima Pasien BPJS Kesehatan

6

Rumah Sakit Santo Antonio Baturaja. BP/Ariyan

Baturaja, BP — Masyarakat pengguna BPJS Kesehatan, mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Santo Antonio Baturaja lantaran belum menerima pasien BPJS Kesehatan. Sehingga, masyarakat menduga kalau RS Santo Antonio Baturaja pilih kasih dalam menerima pasien.

“Waktu masih di Kelurahan Air Gading, RS Santo Antonio menerima BPJS Kesehatan. Namun sekarang tidak lagi menerima. Ada apa ini,” ucap Redi, warga RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya Baturaja Timur, Selasa.

Menurut Redi, dirinya lebih menginginkan perobatan di RS Santo Antonio lantaran pelayanan RS Santo Antonio sangat memuaskan.
“Sebenarnya, setiap rumah sakit itu sama. Namun, kami merasa dihargai ketika berobat di Antonio,” timpal Redi.

Untuk itu, Redi sangat menyayangkan kalau RS Santo Antonio belum menerima pasien BPJS Kesehatan. “Sangat berharap kalau RS Santo Antonio dapat menerima pasien BPJS Kesehatan,” timpal Redi.

Terpisah, Direktur RS Santo Antonio Baturaja, dr Marco Vidor, membenarkan kalau pihaknya belum menerima pasien yang tercover dalam BPJS Kesehatan lantaran belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Baca:  Persiapan Pilkada, Banwaslu Sumsel Audensi Dengan Bupati OKU

“Sebenarnya kita (RS Santo Antonio Baturaja) sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Namun, karena kita pindah alamat, maka prosedur dan tata cara dari BPJS Kesejatan memerlukan kredensial ulang,” ungkap dr Marko, Selasa (18/6).

Mengapa perlu kredensial ulang, lanjut dr Marko, lantaran pindah alamat. Sementara perjanjian kerjasama antara RS Santo Antonio Baturaja dan BPJS Kesehatan sangat detail.

Nah, untuk dilakukan kredensial ulang pastinya pihak RS Santo Antonio Baturaja menyiapkan banyak hal. Tempat operasi baru pastinya izin operasional baru.

“Hal itu sudah kami bereskan dan sudah kami lakukan ke BPJS sekitar 1–2 bulan terakhir,” ungkap dr Marko.

Saat ini, lanjut dr Marko, bola tersebut ada di tangan BPJS Kesehatan dan pihaknya siap untuk dilakukan kredensial ulang yang sifatnya survey lapangan. Apalagi, RS Santo Antonio Baturaja, sudah terakreditasi perdana.

Tahun ini, RS Santo Antonio Baturaja akan melakukan akreditasi besar. Tapi, bukan berarti selama RS Santo Antonio Baturaja belum terakreditasi besar tidak dapat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan karena RS Santo Antonio Baturaja sebelumnya sudah akreditasi perdana. “Kalau dari akreditasi tidak masalah untuk kita bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” imbuh dr Marko.

Baca:  Usai Yudisium, 358 Mahasiswa Unbara Diberi Pembekalan

dr Marko membantah jika pihaknya belum menerima pasien BPJS Kesehatan lantaran adanya tunggakan BPJS Kesehatan ke RS Santo Antonio Baturaja.

Diakui dr Marko, memang ada tunggakan BPJS Kesehatan namun hal itu bukan dialami pihaknya saja melainkan di beberapa RS lain di OKU juga mengalami hal demikian.

“Soal itu kami tidak ada masalah. Karena, kita pindah sejak Februari 2019 belum menerima pasien BPJS Kesehatan. Dan, tidak ada lagi tunggakan BPJS Kesehatan kepada kita,” tukas dr Marko.

Diakui dr Marko, pihaknya lebih ingin bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dibandingkan sekarang ini yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Baca:  Pengunjung Keluhkan Tarif Parkir Motor di Ramayana Baturaja Mahal

Menurut dr Marko, dirinya mengira dengan pindah alamat baru langsung bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ternyata harus kredensial ulang. “Karena, 80–90 persen pasien kami di tempat yang lama merupakan pasien BPJS Kesehatan. Dengan terputusnya sementara kerjasama ini otomatis menurunkan jumlah pasien ke RS Antonio. Makanya kita lebih menginginkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” urai dr Marko.

Sementara itu, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih, Rika Rodiah SFarm Apt, membenarkan jika pihaknya belum bekerjasama dengan pihak RS Santo Antonio Baturaja lantaran RS Santo Antonio Baturaja pindah alamat. “Alamat baru izin operasionalnya belum ada,” ucap Rika.

Diterangkan Rika, kalau untuk bekerjasama, pihaknya sempat ada pertemuan forum kemitraan dengan pemangku kepentingan. Pada waktu itu pimpinan rapatnya Sekda OKU.

“Kita sudah melakukan pembahasan bahwa untuk izin operasional untuk RS Santo Antonio itu ada kendala di bagian sertifikat laik fungsi yang belum ada.#yan