Home / Headline / Komisi IV DPRD Sumsel Pertanyakan Pengawasan Pemprov Sumsel Terhadap Mobil Bermuatan Lebih Banyak Lewat di Sumsel

Komisi IV DPRD Sumsel Pertanyakan Pengawasan Pemprov Sumsel Terhadap Mobil Bermuatan Lebih Banyak Lewat di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP
Akibat mobil angkutan bermuatan lebih kurang 40 Ton terjebak tak bisa bergerak di lubang yang ada di Jembatan Pematang Panggang, membuat akses Jalan Lintas Timur (Jalintim) penghubung Prov Sumatera Selatan (Sumsel) – Lampung terganggu.
Kendaraan tidak bisa lewat. Bahkan sempat menyebabkan kemacetan lebih kurang 7 kilometer (KM). Kendaraan roda roda empat tidak bisa melintas. Namun dari informasi yang diterima dilapangan, Senin (17/6), kemacetat sudah mulai terurai. Hanya saja mobil besar yang terjebak di dalam lubang masih pada posisi semula.
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati menilai kalau jauh hari pihaknya sudah mengantisipasi terutama saat kunjungan Kementrian perhubungan, Kementrian PU agar pengawasan jalan betul-betul ditingkatkan, terutama kepada tonase yang melebihi kapasitas karena hal tersebut merusak jalan dan konstruksi jembatan yang menurun.
“ Kita tidak bisa saling menyalahkan tetapi ini menjadi catatan betul terutama kami yang berada di provinsi Sumsel, akses jalan itu merupakan poros utama yang menghubungkan antara Lampung, Sumsel sampai ke Sumatera Utara, jika jalan itu nanti bertumpu pada lintas tengah, kita bisa membayangkan kemacetannya , kapasitas jalan apakah memungkinkan, dan transportasi menjadi terhambat,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/6).
Sisi lain menurut politisi Partai Golkar ini, menjelaskan soal penganggaran anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang awalnya sudah dianggarkan dari akhir tahun, ternyata sampai sekarang yang berjalan Cuma beberapa OPD.

BP/IST
Jembatan putus di Jalintim

“ Memang yang dari arah OKU Timur sudah namun harusnya khan PU Bina Marga dengan anggaran yang sudah disahkan, segera menindaklanjuti semua yang di programkan, tapi pada kenyataannya laporan yang terakhir kami terima itu hanya baru sekitar 6 program yang baru di jalankan, ini yang sangat kita sayangkan dengan putusnya jalan di Jalintim sangat merugikan pengguna jalan,” katanya.
Karena dia meminta Balai Besar Jalan, PU BM Sumsel agar jangan menganggarkan tapi aplikasi harus segera dilakukan.” Kemenhub, Dishub, pengawasan terhadap mobil-mobil bermuatan lebih itu bagaimana bisa, karena kita tidak punya jembatan timbang lagi, bagaimana kita mengecek mobil-mobil yang over capacity, dan pengawasan itu tidak ada, kalau pengawasannya ada tidak akan terjadi seperti ini, “ katanya.
Sedangkan Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kalau jembatan putusan tersebut Balai Jalan Lampung yang menangani jembatan tersebut.
“ Mudah-mudahan tidak terhambat, karena apapun itu , dia sampai tidak bisa dilalui bisa menghambat distribusi barang ke Sumsel, mudah-mudahan tidak mengganggu, untuk darurat saya denger laporan tadi akan di buka akses jalan tol, kalau memang darurat,” katanya usai rapat paripurna di DPRD Sumsel, Senin (17/6).#osk

x

Jangan Lewatkan

Ikuti Tes Kesehatan Heri Amalindo Mendapat Ucapan Ulang Tahun dari Awak Media dan Pegawai RSMH

Palembang, BP Ada pemandangan tak biasa saat pelaksanaan tes kesehatan yang dilakukan calon Bupati di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) ...