BI Sumsel Sebut Ekspansi Kredit Komoditi Kopi Masih Terbuka Lebar

3

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Yunita Resmi Sari

Palembang, BP

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari menilai potensi kredit di Sumsel masih cukup kuat, terutama sektor potensial lainnya yang masih belum maksimal di serap. Untuk itu, perlu adanya langkah yang agresif perbankan yang tidak melulu berkutat pada komoditi yang telah eksis.

Sebut saja komoditi Kopi yang sudah mulai ekspor dan industri makanan yabg kini tumbuh signifikan di Sumsel. Perbankan seharusnya bisa lebih fokus dan ikut berperan serta mengembangkan sektor ini. Apalagi, pembiayaan pada sektor ini masih terbuka lebar.

“Perbankan tak hanya dapat membidik sektor usaha yang telah eksis seperti karet, kelapa sawit dan batu bara yang selama ini sering dibiayai. Namun juga harus bidik potensi besar lainnya seperti komoditi kopi yang sangat kuat ke arah ekspor,” katanya.

Yunita menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan perbankan di Sumsel terkait penyaluran kredit serta memberi inspirasi sektor apa saja yang potensial untuk digarap.
“Perbankan bisa mencari peluang kredit usaha baru, seperti kopi yang ternyata berorientasi ekspor dan industri makanan karena ternyata banyak yang besar-besar di Sumsel,” katanya.

Menurut Yunita, ekspansi kredit yang dilakukan perbankan dapat meningkatkan size ekonomi Sumsel yang saat ini masih 2,18%. Angka tersebut, kata dia, menempatkan Sumsel di peringkat 10 secara nasional dan peringkat 3 se-Sumatra, yakni di bawah Sumatra Utara dan Riau.

“Berarti ada peluang untuk meningkatkan size ekonomi itu salah satunya melalui ekspansi kreditnya,” kata Yunita.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan, penyaluran kredit di Sumsel mencapai Rp97,44 triliun per April 2019 atau hanya tumbuh sebesar 4,21% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. #ren