Bejat, Pria Ini Cabuli Adik Ipar Berulang Kali

3

Baturaja, BP — Seorang pria bernama Solikin (44) warga Desa Mitra Kencana SP 7, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berhasil diringkus polisi, lantaran mencabuli anak di bawah umur.

Ironisnya, Solikin yang berprofesi sebagai petani ini, tega mencabuli adik iparnya yang berusia 15 tahun.

Korban sebut saja bunga (nama samaran-red) di cabuli berulang kali oleh kakak iparnya sendiri di rumahnya. Perbuatan cabul dilakukannya selama lima tahun sejak masih kelas V SD hingga tamat SMP.

Baca:  Bocah Dicabuli di Kamar Mandi

Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari melalui Kapolsek Peninjauan AKP Hamid, SH, saat dimintai konfirmasi membenarkan atas kejadian tersebut dan telah melakukan penangkapan terhadap Solikin.

“Saat ini tersangka sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan,” ujar AKP Hamid kepada wartawan, Kamis (30/5).

Penangkapan kata dia, berdasarkan laporan Fauzi kakak kandung korban dengan laporan polisi nomor : LP-B /22/V/2019/SEK.PENINJAUAN tanggal 28 Mei 2019.

AKP Hamid menerangkan, bahwa korban merupakan adik ipar tersangka dan mereka tinggal serumah. Aksi bejat tersangka dilakukan di dalam kamar rumah milik tersangka di Desa Mitra Kencana SP 7, Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu.

Baca:  Cabuli ABG Ancam Pakai Pistol, Security Jakabaring Diciduk

Pertama dilakukan pada bulan Juni 2017, lalu. Pada waktu itu korban masih duduk di SMP kelas VII dan parahnya, tersangka telah melakukannya secara terus menerus dan yang terakhir pada bulan April 2019, dimana korban saat ini sudah duduk di kelas IX SMP.

“Dalam menjalankan aksinya, tersangka melakukan dengan cara memaksa dan mengancam korban, apabila tidak mau berhubungan badan, dan akhirnya perbuatan tersebut diketahui setelah korban tamat SMP sehingga korban pun, tidak mau lagi tinggal serumah dengan tersangka,” jelasnya.

Baca:  Cabuli Tetangga, ABG Diamankan

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 81, 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. #yan