Home / Headline / PKS Hilang Satu Kursi DPR RI di Dapil Sumsel II

PKS Hilang Satu Kursi DPR RI di Dapil Sumsel II

BP/DUDY OSKANDAR
Saksi PKS Sumsel, Ridwan Saiman

Palembang, BP
Buntut dari kisruh dugaan penggelembungan suara di Kabupaten Empat Lawang berbuntut panjang.
Berdasarkan hasil DB1 yang dimiliki oleh DPW PKS Sumsel caleg DPR RI Iqbal Romzie dapil Sumsel II meraih kursi terakhir, namun karena adanya dugaan pengelembungan suara pada rekapitulasi suara KPU Empat Lawang PKS hanya meraih kursi ke 10 dari 9 kursi yang tersedia.
Saksi PKS Sumsel, Ridwan Saiman ditemui pada rekapitulasi suara di KPU Sumsel mengatakan, akibat dugaan penggelembungan suara tersebut satu kursi DPR RI yang sedianya didapat caleg DPR RI dari PKS atas nama Iqbal Romzi hilang.

Menurutnya, penggelembungan suara terjadi di Kabupaten Empat Lawang, dimana saksi PKS Askweni menemukan adanya perbedaan DA dan DB padahal saat rekapitulasi hasilnya sama. Namun setelah di print out berbeda.

“Ditingkat KPU antara DA dan DB berubah padahal saat rekapitulasi sama hasilnya, tapi pada saat print out Db , kita sayangkan itu, itu ditemukan Askweni saksi PKS pada malam itu,” kata Ridwan ditemui di KPU Sumsel, Senin (13/5).

Karenanya sejak awal rekapitulasi di KPU Kabupaten Empat Lawang pihaknya menyampaikan keberatan. Dan rekapitulasi KPU Empat Lawang diambil alih KPU Provinsi.

Ridwan yang juga Ketua DPD PKS Palembang ini mengatakan, beberapa kecamatan yang mengalami penggelembungan suara terjadi diantaranya adalah Muara Pinang, Pendopo, Ulu Musi, Tebing Tinggi dan hampir semua kecamatan.

“Penggelembungan lebih kurang tejadi kenaikan 7000 suara sehingga yang tadinya suara ustadz Iqbal menang 500 suara di urutan ke 9 kursi terakhir, itu menjadi hilang gara gara adanya penggelembungan suara Nasdem. Ini sudah kami lakukan form keberatan DC2 yang sudah ditandatangani saksi kita semalam Pak Askweni dan Aulia Rahman dan tadi siang sudah ditandatangani Ketua KPU Kelly Mariana,” katanya.

Dia mengatakan, sebenarnya Bawaslu Sumsel sudah merekomendasi penyandingan data, tapi dihiraukan KPU Provinsi.

“Itu yang kami sayangkan sekali. Padahal saya tadi baru hadir dibawah karena saya baru dapat mandat jadi saksi sehinggga saya terlambat masuk ke dalam saya masuk sudah ketok palu,” katanya.

Menindaklanjuti dugaan penggelembungan suara tersebut menurut, Ridwan, Ketua DPW PKS Sumsel M Toha bersama Ketua Advokasi Aulia Rahman hari ini bertolak ke DPP PKS untuk memproses hal tersebut saat rekapitulasi suara di tingkat KPU RI.

“Hari ini ketua DPW dan Ketua Advokasi langsung ke DPP untuk memproses ini di level KPU RI. Mohon doanya insyaallah keadilan itu masih ada. Kami minta pengawas pemilu tindak lanjuti laporan kami itu, dan kami minta ada hukuman tindak pidana penggelembungan suara ini baik terhadap yang membuat dan yang menggunakan suara,” katanya.

Sementara itu Saksi Nasdem, Rizal Lubis membantah partainya melakukan penggelembungan suara.

Menurutnya jika ada keberatan dari saksi lain, dituangkan dalam mekanisme yang ada sesuai peraturan perundang-undangan.

“Setiap tingkatan kan ada wadahnya kalau keberatan. Kalau penggelembungan suara nggak adalah kami. Pidana itu bos,” katanya ditemui di KPU Sumsel, Senin (13/5).

Menurutnya, untuk suara DPR RI Dapil Sumsel 2, Nasdem memperoleh dua kursi atas nama Percha Leanpuri dan Sri Kustina.

“Kalau hasil rekap dapat dua kursi, suara terbanyak Percha dan Sri,” katanya
Caleg DPRD Sumsel Golkar dapil VII (Empat Lawang, Pagaralam dan Lahat) , David Hadrianto Aljufri (DHA) tidak membantah adanya dugaan pengelembungan suara di Empat Lawang oleh partai politik, sehingga ada suara parpol tingkat DPR RI dan DPRD provinsi naik signifikan.
“Itu lah kenapa rekapitulasi Empat Lawang diambil alih oleh Provinsi, KPU tidak dapat menindaklanjuti keberatan saksi karena deadline waktu, padahal kalau mau diselesaikan sangat bagus. Sehingga tidak ada persoalan lagi,”kata David.
Hal senada dikemukakan saksi dari Partai Gerindra Nopran Marjani sudah mengingatkan KPU Sumsel agar berhati-hati menetapkan suara di Empat Lawang karena banyak partai kehilangan suara .
“ Karena caleg yang terpilih dari menggelembungkan suara itu haram gajinya dunia dan akhirat,” katanya.
Saksi dari Partai Bulan Bintang (PBB) Misnan Hartono SH menilai perpanjangan rapat pleno Empat Lawang di KPU Sumsel hari ini PBB suka tidak suka menerimanya hasilnya.
“ Keajaiban belum muncul kepada PBB, malaikat belum berpihak kepada kita,” katanya.
Sementara itu KPU Sumsel telah mengetok palu menuntaskan rekapitulasi tingkat Provinsi selanjutnya Rekapitulasi dilakukan tingkat KPU RI hingga 22 Mei mendatang. #osk

x

Jangan Lewatkan

Maling Kabel di Hajar Massa

  Palembang, BP Yadi (24)  babak belur di hajar warga yang di Jalan Jendral Sudirman lantaran kepergok melakukan aksi pencurian ...