Home / Headline / SK Gubernur Sumsel No 438/KPTS/II/2003 Tentang Persiapan Kembalinya Sistim Pemerintahan Marga Tidak Pernah Terealisasi

SK Gubernur Sumsel No 438/KPTS/II/2003 Tentang Persiapan Kembalinya Sistim Pemerintahan Marga Tidak Pernah Terealisasi

BP/IST
H Albar S Subari SH SU

Palembang, BP
Dengan alasan penyeragaman sistem pemerintahan nasional, keluarlah Undang-Undang No. 5 tahun 1979 tentang Desa, yang menghapus pemerintahan Marga.
Penghapusan Marga ini diperkuat dengan terbitnya SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 142/Kpts/III/1983 tentang penghapusan Marga dan diganti dengan Desa. Sejak keluarnya Sk Gubernur tersebut, maka mulailah era baru pemerintahan Desa dengan segala perangkatnya yang seragam dengan Desa-desa lain di Indonesia.

Namun di Akhir masa jabatan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Rosihan Arsyad , Rosihan Arsyad telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel Nomor 438/KPTS/II/2003 tertanggal 21 Agustus 2003 tentang Persiapan Kembalinya Sistim Pemerintahan Marga.
Keputusan ini dilatarbelakangi sebelumnya telah diadakan seminar dan lokakarya tanggal 30 April – 1 Mei 2003.
Tugas seminar dan lokakarya ini untuk mensosialisasikan mengenai undang-undangan pemerintahan daerah, melakukan penelitian mengenai kesiapan untuk mengisi jabatan pemerintahan, kewenangan yang masih dapat diberlakukan, inventarisasi tanah-tanah marga, mengadakan konsultasi dengan Pemda dan DPRD kabupaten.
Lalu usaha-usaha lain yang terkait dengan sistim pemerintahan marga.
Sayang SK Gubernur Sumsel Nomor 438/KPTS/2/2003 hingga pergantian Gubernur Sumsel yang baru H Syahrial Oesman hingga kini tidak pernah terealisasi.

“ Kedepan kita harapkan kalau memang pak Gubernur Herman Deru ingin kembali ke sistim pemerintahan Marga yang pernah kita dengar dari kunjungan kunjungan beliau ke daerah , pernah nitip pesan ke Kesbangpol, pernah nitip pesan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata , secara normatip bisa kita bantu, bahwa sebenarnya sudah ada SK keputusannya tinggal lagi merivisi atau menambah atau mengurangi dari SK yang lama ini,” kata anggota Dewan Pembina Adat Provinsi Sumsel, H Albar S Subari SH SU, Rabu (1/5).
Pengembalian sistim pemerintahan marga tersebut menurutnya dalam tatanan pemerintahan marga yang masih bisa diberlakukan.
“ Misalnya istilah pasirah kenapa tidak kita berikan kepada jabatan kades jangan pakai istilah kades tapi pasirah, cuma dalam arti wilayah pengertian pemerintahan marga bisa tapi perlu diadakan inventarisasi dulu, kalau di daerah itu didukung fakta masih ada, masyarakat masih kuat kenapa tidak, nanti dikaitkkan sama program pemerintah yang hutan adat, hutan sosial, itu bisa terkait dan menyambung dalam rangka kemakmuran masyarakat desa,” katanya.
Dan dirinya mendengar ada rencana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel akan menggelar FGD Marga namun di komfirmasi terakhir di tunda kembali.
Hingga kini menurutnya di Sumsel masih ada wilayah masih kuat memegang adat seperti suku Semende, Pasemah.
“Karena marga dihapuskan secara normatip oleh pemerintah daerah dengan SK 142 itu pemerintahan marga tidak berdaya apa-apa tapi marga sebagai masyarakat adat tetap diakui, dalam butir ke tiga SK 142 itu masyarakat adat tetap diakui dengan sebutan lembaga adat dan itu direalisasikan dalam Perda Nomor 11 tahun 1988, jadi marga itu ibarat satu uang namun dua muka, pemerintah marga dihapus tapi masyarakat adat tetap marga,” katanya.
Tokoh pemuda Sumsel, Beni Mulyadi mengharapkan agar pemerintahan marga ini dihidupkan kembali karena menurutnya marga lah jawaban akan semua permasalahan masyarakat tingkat bawah seperti sengketa lahan, karhutla, kemiskinan dan sebagainya. Menurutnya ini merupakan genosida budaya dari masa lalu yang harusnya tidak boleh terjadi.
“Marga dalam arti pemerintah dan Marga dalam arti kesatuan Adat harus di hidupkan karena itu satu kesatuan, semuanya bisa terjadi tinggal kemauan saja, mau atau tidak,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Heri Amalindo Tes Kesehatan di RSMH

Palembang, BP–Bakal Calon Bupati (Balonbup) Petahana Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo, MM usai menjalani tes kesehatan ...