Dituntut JPU 20 Tahun Penjara Kades Sukamakmur SP3 Gumay Talang Divonis Bebas 

14

BP/IST
Penasehat Hukum Jilun SH MH dan Dody Satriadi SH

Palembang, BP

Setelah sempat dianggap mustahil, Kantor Pengacara Jilun dan rekan berhasil mendampingi kliennya Risansi Gumay (49) hingga divonis bebas yang sempat dituntut JPU 20 Tahun Penjara.

“Ini mustahil dari bukti yang disebarkan, seolah klien kita dalang. Kita simple saja. Ketika dihubungkan antara keterangan saksi satu dengan yang lain, ada gep, gak nyambung. Dari pertama harusnya memang klien kita sudah bebas karena tidak terkait dengan peristiwa pidana ini. Ini baru saja kita mengurus klien keluar dari LP Pakjo,” ungkap Penasehat Hukum Jilun SH MH dan Dody Satriadi SH, Jumat (26/4).

Pengadilan Negeri Palembang telah memutuskan vonis bebas untuk Terdakwa Kepala Desa Risansi Gumay (49) yang dituduh mendalangi peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan meninggalnya security PT lonsum Ristal Alam (28) di kebun milik warga dalam bentrok sengketa lahan di desa Sukamakmur SP3 Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat yang terjadi pada Jumat 21 September 2018 yang lalu.

Baca:  Mantan Anggota DPRD Palembang Doni CS Divonis Hukuman Mati

“Vonis bebas tersebut berdasarkan putusan Nomor 2057/Pid.B/2018/PN.PLG dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim PN Klas IA Khusus Palembang Senin (22/4) dengan susunan S Joko Sungkowo SH (Hakim Ketua Majelis), Murni Rozalinda SH MH, Yohanes Panji Prawoto SH MG (Hakim Anggota) dan Mashur Mahmud SH MH (Panitera Pengganti) yang dibacakan Kamis (25/4),” jelasnya.

Penasehat Hukum Jilun SH MH dan Dody Satriadi SH mengucapkan syukur atas mulai dibebaskannya Klienya Terdakwa Risansi hari ini.

“Alhamdulillah persidangan Tahap demi tahap telah dilaksanakan dengan putusan akhir klien kami bebas karena memang tidak ada  kaitanya dengan kasus pembunuhan Ristal Alam (28) security PT LonSum yang terjadi pada hari Jumat 21september 2018 yang lalu,” ujarnya.

Baca:  Bawa Ribuan Unit Barang Elektronik Ilegal , Amiril Sampaikan Ke Hakim Istrinya Minta Cerai

Tahapan persidangan kasus sengketa Iahan antara warga Desa SP3 Sukamakmur Kecamatan Gumay Talang dengan PT. LonSum yangdiduga melibatkan Kepala desanya ini, berjalan berlarut-larut. Pasalnya, beberapa kali sidang ditunda dari minggu ke minggu yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan hari Kamis.

Dody yang merupakan pengacara putra daerah mengatakan bahwa, seharusnya sidang ini tidak berlarut-larut. Karena semua saksi baik saksi JPU maupun saksi yang meringankan terdakwa mengatakan, bahwa Risansi tidak bersalah dan tidak terbukti mendalangi peristiwa berdarah ini.

Namun demikian, dengan sabar kedua Pengacara ini mengikuti persidangan tahap demi tahap, dengan harapan kliennya ini bebas karena tidak ada kaitanya dengan kasus pembunuhan kristal alam 28 security PT LonSum yang terjadi pada hari jumat 21/10/2018 yang lalu ini.

Baca:  Pelaku Bakar 18 Rumah Divonis 8 Tahun Penjara 

Dengan gamblang diceritrakan kronologis isi dari persidangan sejak awal hingga tahap akhir di Pengadilan Negeri Palembang ini, dan ternyata banyak fakta yang terungkap. Dari hasil sidang di Pengadilan Negeri Palembang ini, berbeda dengan hasil BAP dalam penyidikan dikepolisian Daerah Sumsel.

“Intinya, kan begini. Mereka (Najamudin, Herli dan Yansyah) waktu diperiksa tim Penyidik dalam keadaan capek. Dari saat ditangkap, kemudian dibawa ke Polda tentu secara fisiologi mereka dalam tekanan, dalam ketakutan. Apalagi Najamuddin sempat ditembak kakinya dan ketika dibawa ke Polda, Iangsung diperiksa secara maraton dan fisiologinya sangat tertekan,” kata Jilun. #osk