Ultimate magazine theme for WordPress.

Banyak Warga Tidak Bisa Nyoblos

 

BP/IST
Suasana pencoblos salah satu TPS di Palembang

Palembang, BP

Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 di kota Palembang tercoreng dengan banyaknya kasus kekurangan pengadaan surat suara Pilpres hingga siang hari membuat warga tidak mencoblos calon presiden yang didukungnya.

Bakri, petugas KPPS di TPS 044 Kecamatan IT II mengatakan, sejak pagi pihaknya hanya menerima 145 lembar surat suara pilpres, dari total surat suara yang dibutuhkan 291 surat suara. Dengan kata lain ada 146 surat suara pilpres yang kurang.

“Sejak awal kita sudah tahu kalau surat suara pilpres kurang. Oleh sebab itu kita sudah melapor ke PPS akan tetapi sampai jam 12.00  masih belum ada kejelasan apalagi tambahan surat suara,” katanya, Rabu (17/4).

Baca Juga:  Kurang Sepakat Dengan Istilah Borong Partai

Dengan adanya surat suara yang kurang ini, pihaknya sudah menjelaskan kepada pemilih. Dan meminta untuk menunggu.

Tetapi karena surat suaranya tidak kunjung datang, maka kebanyakan mereka memilih pulang dan tidak mencoblos sama sekali.

Kekurangan surat suara juga terjadi di beberapa TPS lain di sekitar, seperti TPS 043, TPS 045 dan beberapa TPS lainnya di kawasan Kecamatan IT II juga mengalami kekurangan surat suara pilpres.

Delta, pemilih di TPS 044 Kelurahan Ii Ilir Kecamatan IT II mengaku sangat kecewa karena sudah menunggu 5 tahun dan datang jauh jauh untuk bisa menggunakan hak suara. Tetapi setelah tiba di TPS surat suaranya malah tidak ada.

Baca Juga:  Alex Noerdin Dan Dodi Reza Coblos di TPS 03 Di Jalan Merdeka

“Karena surat suara pilpresnya tidak ada, saya memilih menunggu dulu. Tapi karena sampai jam 12 lebih surat suara pilpres tidak kunjung datang. Jadi saya memilih untuk tidak menggunakan hak suara sama sekali,” katanya.

Terkait kondisi ini, Dia mempertanyakan kesiapan penyelenggara untuk menyukseskan pemilu.

“Di satu sisi KPU selalu menyuarakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Tetapi di lapangan KPU sendiri yang justru secara paksa menghilangkan hak masyarakat untuk memilih dengan cara tidak menyiapkan surat suara,” ujarnya.

Pernyataan yang sama dikatakan Cindy, mahasiswa Unsri yang terpaksa tidak menggunakan hak suaranya karena tidak terdaftar di TPS.

Akan tetapi sesuai info dari KPU, yang punya KTP tetap bisa mencoblos setelah jam 12, maka Cindypun datang ke TPS, namun yang bersangkutan terpaksa tidak menggunakan hak suaranya karena surat suara pilpresnya tidak ada.

Baca Juga:  Kompak Berbaju Putih, Alex Noerdin dan Keluarga Nyoblos di TPS O4 Bukit Kecil

“Jujur saja, saya bela bela berpanas ria datang ke TPS untuk nyoblos pilpres. Tetapi setelah tiba di TPS saya sangat kecewa karena surat suara pilpresnya malah tidak ada.

Karena itu saya memilih untuk pulang dan tidak menggunakan hak suara saya,” katanya.

Terkait masalah ini, dirinya minta penyelenggara pemilu harus bertanggung jawab atas hilangnya hak masyarakat untuk memilih.#osk

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...