MPR Nilai Pemerintah Berhasil Selamatkan TKI dari Hukuman Mati

3

Ikhsan Firdaus

Jakarta, BP— Anggota  MPR RI Ikhsan Firdaus menilai  pemerintah berhasil mengurangi ancaman hukuman mati bagi pekerja migran di luar negeri (LN). Bahkan dalam tiga tahun belakangan pemerintah  mampu menyelamatkan 443 pekerja migran dari hukuman mati.

“Berbagai upaya dilakukan pemerintah  melindungi dan menyelamatkan pekerja migran di luar negeri. Tahun 2015 ada 30.615 kasus dan tahun 2017 jadi 15.670 kasus, dan tiga tahun ini mampu menyelamatkan 443 TKI,”  ujar  Ikhsan  di ruagan wartawan DPR Jakarta, Senin (18/3) dalam ssebuah diskusi bertajuk ‘Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja.

Baca:  Kebijakan Presiden AS Langgar HAM

Menurut Ikhsan, berdasarkan UU No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran termasuk ke Arab Saudi sangat ketat dengan sanksi juga ketat. Jika saat ini Arab Saudi minta 30 ribuan TKI ke Indonesia, pemerintah harus  melakukan kesepakatan bersama atau MoU, antar pemerintah atau G to G, agar negara tujuan bekerja berkomitmen menjalankan kesepakatan tersebut.

Baca:  Fraksi PKS Potong Gaji Bantu Korban Etnis Rohingya

Ditambahkan,  Wakil Ketua Komisi IX DPR itu, 15 ribuan TKI di LN sekarang  tidak punya keahlian atau unskill, dan masih ratusan yang terancam hukuman mati. Lain halnya yang berangkat ke Australia. Mereka   banyak dari kalangan profesional seperti dokter dan perawat.

Divisi Advokasi Migrant Care Nur Harsono,  mengakui  banyak  kemajuan terhadap perlindungan pekerja migran di LN. Hanya saja pengawasan dari  pemerintah dan DPR harus terus ditingkatkan, karena masih banyak masyarakat yang menjadi korban calo. Sehingga berangkat secara ilegal dan menjadi korban perdagangan orang atau human traficking.

Baca:  RUU Daerah Kepulauan Masuk Dalam Prolegnas Prioritas 2020

“Rakyat di desa tak tahu apakah perusahaan ketenagakerjaan itu legal atau ilegal? Mestinya peran kepala desa, Kemenaker RI, dan KBRI ditingkatkan. Khususnya memverifikasi perusahaan,”  paparnya. #duk