Kecam Aksi Penembakan Muslim Di Selandia Baru, ACT Gelar Aksi Solidaritas

5

Palembang, BP

Dunia dikejutkan dengan peristiwa penembakan puluhan muslim di Masjid Deans Ave dan Masjid Linwood yang berada di pusat kota Christchurch. Penembakan ini bahkan disiarkan secara langsung oleh pelaku. Sedikitnya 49 orang dikabarkan meninggal dunia. Informasi dari KBRI untuk Selandia Baru yang berpusat di Wellington disebutkan bahwa ada dua orang WNI yang turut menjadi korban.

Otoritas kepolisian setempat telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam aksi ini. Seorang laki-laki bernama Brenton Tarrant yang merupakan warga negara Australia diduga sebagai pelaku penembakan. Hal ini didasarkan pada media sosial pelaku, karena pelaku cukup aktif di media sosial.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengecam keras penembakan brutal di dua masjid yang ada di Christchurch. Dia menyebut aksi ini sebagai serangan teroris dan pelaku merupakan ekstremis anti-islam. Jacinda Ardern bahkan menyebut para teroris tersebut tidak memiliki tempat di Selandia Baru.

Baca:  Demo di Kantor Gubernur Sumsel Ricuh

Sementara itu, berbagai kecaman datang dari penjuru dunia. Di Palembang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan merespon kejadian tersebut dengan melaksanakan aksi solidaritas sebagai bentuk berduka dan mengecam tindakan terorisme tersebut di Bundaran Air Mancur (BAM), pada Jumat (15/3) pukul 20.00 . Aksi yang digelar bersama dengan berbagai komunitas di Palembang ini sebagai bentuk solidaritas bagi para korban penembakan. Mereka berkumpul dan menyatakan sikap pengecaman atas perilaku tidak manusiawi tersebut.

Baca:  Suparman: Fasilitas Olahraga Hanya Bisa Dinikmati Kaum Borjuis

Markom ACT Sumsel, Rahmad Aris Lazuardi mengatakan bahwa aksi yang digelar ini karena kepedulian sebagai sesama manusia, bahwa menghilangkan satu nyawa sama dengan membunuh manusia seluruhnya.

“Ini adalah sebuah kekejian yang luar biasa, orang-orang yang sedang beribadah di masjid ditembaki tanpa ampun. Kita harus membuka mata dunia” ujarnya.

Sementara itu, Elly Sumantri Partnership ACT Sumsel dalam keterangannya mengutuk kekerasan yang terjadi di Selandia Baru. Dia berharap ada langkah diplomatik yang dilakukan oleh Indonesia sebab ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“Ini adalah tindakan terorisme, tidak terkait pada salah satu agama tertentu atau etnis tertentu,” terang Elly.

Dia terus mengajak masyarakat untuk menggalang kepedulian bagi para korban. Banyak cara yang dapat dilakukan misal dengan melakukan doa bersama, aksi solidaritas, edukasi agar tidak melakukan kekerasan kepada siapapun.

Baca:  Mahasiswa Ngotot Minta Dipertemukan Dengan Pihak DPR RI, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Naik Pitam

Dalam aksi ini juga dibacakan pernyataan sikap:

1. Mengutuk tindakan terorisme terhadap ummat Muslim yang sedang melaksanakan shalat jumat di Selandia Baru sehingga menyebabkan puluhan orang meninggal dunia

2. Mengajak berbagai kalangan khususnya ummat Islam di Indonesia untuk tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan persatuan

3. ACT sesegera mungkin melakukan aksi kemanusiaan dalam upaya penyelamatan dan pengobatan para korban penembakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.

4. Mendesak warga dunia untuk menyatakan sikap mengutuk segala jenis tindakan terorisme dan anarkisme,#osk