Warga Tolak Ganti Rugi Lahan, Pembangunan Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan

40

Palembang, BP–Pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan wilayah Seberang Ulu Jalan KH Azhari dan Seberang Ilir Jalan Sultan Mansyur dihentikan.
Penghentian pengerjaan megaproyek tersebut menyusul adanya lahan warga yang ternyata belum mau dibebaskan oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Jembatan Musi VI pengerjaannya sudah dihentikan. Selama tahun 2019 ini tidak ada pengerjaan di lapangan,” kata Plt Kepala Dinas PUBM Sumsel, Dharma Budhi, Rabu (6/3).
Menurut Dharma Budhi, proses penggantian lahan yang berlarut-larut disebabkan warga pemilik lima rumah di wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir menolak besaran ganti-rugi lahan.
“Jadi di wilayah Seberang Ilir ini ada tiga rumah yang belum dapat kesepakatan dan Seberang Ulu ada 2 rumah. Lima rumah inilah yang jadi penghambat pengerjaan,” katanya.
Dengan adanya kendala tersebut Dinas PUBM memutuskan untuk mengalihkan dana ke pembangunan infrastuktur lain sehingga dengan mengalihkan dana itu secara otomatis proyek akan langsung berhenti.
“Kalau tahun ini tidak ada dianggarkan, mau gimana? Otomattis pengerjaan pasti berhenti dan tahun 2020 barulah dianggarkan untuk diselesaikan kedua sisi penghubung jembatan,” katanya.
Sementara terkait konstruksi jembatan, Budhi menyebutkan saat proyek dihentikan, pengerjaannya sudah mencapai 68 persen.
Namun begitu untuk sisi jembatan sudah selesai secara keseluruhan.
“Untuk konstruksi secara keseluruhan jembatan sudah 68 persen. Jadi untuk jembatan sudah selesai semua, tinggal penghubung naik ke jembatannya saja belum bisa diselesaikan,” kata Budhi.
Tidak selesainya proyek jembatan pun kini turut menimbulkan masalah baru, dimana Pemda akan terbebani biaya listrik dan biaya keamanan apabila kontraknya telah habis pada Desember mendatang.
“Senin-Jumat lampu biasa, Sabtu-Minggu lampu warna-warni. Ini beban karena kita nanti yang akan bayar, apalagi di situ ada tiga petugas. Sekarang ini masih dibayar kontraktor sampai Desember, setelah itu kan kita yang tanggung,” katanya.
Sementara saat disingungg terkait biaya ganti rugi, dirinya enggan untuk menyebut nominal.
Namun disebutnya biaya yang diminta si pemilik lahan tidak sesuai.
“Untuk jumlahnya berapa saya lupa. Tapi mereka pernah datang ke sini dan masih jauh apa yang dia minta. Kalau tak salah hampir 2 kali lipat dia minta. Nanti kalau sudah ada KJPP baru saya negosiasi ke dia,” katanya.#osk