Tiga Produk Muba Dipamerkan di Oslo, Norwegia 

5

Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Mirna A Safitry PhD bersama Bupati Muba Dodi Reza Alex bangga promosikan eco food Muba.

Sekayu, BP–Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berinovasi tiada henti. Kabar gembira dan fakta terbaru dari Bumi Serasan Sekate ini, yakni produk hasil kreatifitas warga di Kecamatan Lalan tepatnya di Desa Bumi Agung yang tergabung dalam program DPG (Desa Peduli Gambut)

Inovasi ini patut diacungi jempol. Pasalnya di beberapa desa Kecamatan Lalan, warganya sangat serius  mengolah hasil tanaman yang tumbuh di lahan gambut menjadi cemilan sehat tanpa bahan kimia yang kini mulai dipasarka di seluruh Indonesia.

Desa Bumi Agung di Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba adalah salah satu desa yang masuk ke dalam Program DPG.(Desa Peduli Gambut).

Desa ini mendapat penghargaan sebagai Desa Peduli Gambut Terbaik pada perayaan tiga tahun restorasi gambut di Jakarta beberapa waktu lalu,

Desa Bumi Agung memiliki demplot pertanian gambut alami dan tanpa bakar. Demplot ini dimanfaatkan oleh petani untuk menanam berbagai jenis tanaman termasuk nanas.

Salah satu produk yang dihasilkan oleh petani di Desa Bumi Agung adalah kripik Nenas. Produk ini dikembangkan oleh Seniman Pangan yang bergabung ke dalam jejaring petani yang dibina Javara Indonesia, sebuah perusahaan eksportir pangan sehat di Jakarta.

Baca:  Demi Sumsel, MU Rela Lepas Delapan Pemain ke Porwil

Olah Hasil Buah Lahan Gambut Muba Jadi Camilan Sehat, Adapun olahan buah lahan gambut yang diolah jadi camilan sehat tersebut yakni buah nanas yang diolah menjadi keripik.

Hasil olahan ini terdapat di Desa Bumi Agung Kecamatan Lalan yang mendapatkan pendampingan secara langsung dari Badan Restorasi Gambut  RI dan Javara.

“Saat ini pemesanan sudah merambah di online, banyak yang sudah memesan,” ujar Pendamping Fasilitator Kecamatan Lalan, Dino saat audiensi bersama Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, beberapa waktu lalu di Sekayu.

Dikatakan, tidak hanya buah nanas, warga Lalan juga mengolah buah Kelapa menjadi camilan sehat dan bergizi serta olahan beras sehat.

“Ada tiga produk dari tanaman yang tumbuh di lahan Gambut Lalan saat ini yang sudah diolah,” ungkapnya lagi.

Baca:  PMI Muba Gelar Bimtek Relawan Bencana, Diikuti 200 Peserta

Sementara itu, Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan BRG RI, Mirna A Safitry PhD mengungkapkan pada Juni mendatang tiga produk olahan tanaman lahan Gambut Muba ini akan dibawa ke Oslo Norwegia untuk dipamerkan pada pameran pariwisata tingkat dunia.

“Ya, produk-produk ini nantinya akan dibawa ke Oslo Norwegia karena diundang untuk dipamerkan pada ajang pariwisata tingkat dunia,” bebernya.

Ia menilai, hasil olahan warga Kecamatan Lalan ini merupakan inovasi yang sangat bagus sekali dan mendapatkan dukungan yang maksimal dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. “Tentu inovasi seperti ini harus terus di support,” singkatnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang juga sebagai Ketua Umum Lingkar Lestari ini menuturkan, bahwa Musi Banyuasin sebagai daerah yang peduli lingkungan ini, akan terus mendorong hasil kreatifitas warga Muba dan hasil olahan tanaman lahan gambut ini akan disinergikan dengan Bumdes yang ada di Muba, ini merupakan kerja keras kita bersama baik pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kita khususnya di daerah Muba.

Baca:  Pemkab Muba Komitmen Entaskan Kemiskinan

“Banyak produk nantinya yang akan terus dikembangkan dan dikenalkan serta dipasarkan hingga ke mancanegara, ini juga bagian dari peningkatan ekonomi pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Muba,” upaya upaya positif dan karya inovasi yang terus kita kembangkan.

Selain mengedukasi warga Muba di berbagai sektor juga upaya ini dapat menambah penghasilan  per kapita masyarakat Muba menuju masyarakat yang sejahtera.

Lanjut Dodi Reza Alex, bahwa ini adalah program pemberdayaan masyarakat Muba sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan daerah yang dibanggakan ini dan upaya upaya positif melalui program kerakyatan akan terus digenjot dan mendorong warga Muba berinovasi  mencipatakan lapangan pekerjaan sendiri dengan mengolah hasil hasil tanaman yang tumbuh dan dan dikembangkan di lahan gambut Muba.

“Ini semua demi mewujudkan kesejateraan masyarakat Menuju Muba Maju Berjaya 2022,” pungkasnya. #arf