Rocky Gerung Sebut Emak-Emak Paling Rasakan Kegagalan Pemerintah

3

BP/IST-Rocky Gerung saat berpidato di Hotel Win, di Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, Sabtu (2/3).

Palembang, BP

 

Ribuan fans Rocky Gerung meluber di Hotel Win, di Jalan Soekarno-Hatta, Palembang. Mereka datang sejak pagi untuk mengikuti dialog kebangsaan dengan pembicara utama Rocky Gerung

Pakar filsafat itu memang sedang fenomenal. Ia diidolakan dimana-mana. Ide dan pola pikirnya dianggap berbeda dari para tokoh nasional.

Karena itu, mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini berulang kali diundang untuk menyampaikan kuliah umum di sejumlah kampus.

Kali ini, dia ke Palembang untuk menyapa ribuan orang yang sudah menantinya di aula Hotel Win sejak Sabtu pagi (2/3).

Sejak kemarin hingga tadi malam, lokasi dialog sudah berpindah hingga tiga kali. Namun, panitia menyebut jika itu stategi.

Tapi sayang Bung Rocky tak lama-lama di Hotel Win. Hanya setengah jam ia menggelar dialog.

Meski terbilang singkat, ribuan fans Rocky Gerung tetap puas. Mereka memerikan sambutan yang sangat luar biasa kepada Rocky.

Para fans Rocky Gerung tak henti-hentinya mengabadikan foto dan video sang fenomenal pencetus ‘akal sehat’ itu.

Bahkan ada fans yang merangsek masuk sampai ke depan podium. Tujuannya hanya untuk foto dan bikin video.

Maklumlah baru kali ini bisa dekat langsung dengan orang yang selalu tampil di ILC Itu.

Rocky datang tak sendiri. Ada Aswari Rifai, mantan bupati Lahat yang saat ini Ketua Timses Prabowo Sandi Sumsel dan ada juga Eddy Santana Putra, mantan Walikota Palembang yang sekarang Caleg DPR RI dari Partai Gerindra.

Ada juga H Umar Said yang tak henti dalam doanya meminta agar Rocky mendapatkan hidayah dan perlindungan Allah SWT dalam langkah perjuangannya menebarkan akal sehat di kalangan milenial.

Rocky mengatakan kalau sengaja datang ke Palembang dengan dua alasan. “Kepentingan saya datang pertama saya cari pempek, lalu cari emak-emak,” katanya.

Emak-emak yang dimaksud, kata Rocky, adalah mereka yang mempunyai jalan politik yang sama. Sebab, yang paling merasakan kegagalan pemerintah adalah emak-emak. Setiap bangun pagi emak-emak harus menghemat, mengukur dompetnya, cukup tidak untuk belanja keluarga hari itu. Itu urusan politik. Menghitung sisa uang adalah tema politik karena menyangkut kebijakan negara.

“Sebelum tidur juga emak-emak berpikir yang sama. Tersisa enggak hari itu uang untuk sekedar jajan anaknya yang SD. Kecemasan itu ada di mata emak-emak setiap hari. Saya bisa merasakan ketidakadilan dengan memandang mata manusia, bukan dengan mendengarkan pidato presiden. Itu keadaan kita hari ini,” katanya .

Rocky menuding pemerintahan saat ini gagal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun dirinya berujar, kegagalan pemerintah tersebut dimanipulasi oleh pers sehingga tidak diketahui oleh masyarakat.

“Semua statistik yang diperlihatkan hari ini menunjukkan bahwa banyak kegagalan yang dilakukan pemerintah, tapi dimanipulasi melalui pers,” kata Rocky.

Rocky mengatakan, pemerintah yang gagal mencerdaskan kehidupan bangsa berarti pemerintahan tersebut tidak konstitusional. Maka dari itu pemerintahan tersebut, ujar Rocky, harus diganti. “Saya ingin agar supaya Indonesia dipulihkan akal sehatnya, karena pesan konstitusi adalah setiap pemerintah harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu tugas pemerintah,” kata dia.

Menurutnya, ketidakadilan tidak tercermin dari apa yang disampaikan oleh media massa dalam bentuk grafis. Meski begitu, dirinya mengimbau kepada para pendukung 02 yang hadir dalam acara tersebut untuk tetap akrab dengan seluruh masyarakat, terutama yang mendukung capres lain sehingga lebih mementingkan perdamaian.

“Keakraban berwarganegara itulah yang seharusnya dihasilkan pemilu nanti Selesai. Jadi kita menginginkan agar setelah kemenangaan itu diperoleh, kita punya kurikulum berikutnya, yakni mengakrabkan warga negara. Dan itu harus kita mulai dari sekarang. Persaudaraan melampaui kepentingan politik dan janjilah bahwa kita akan memenangkan pemilu dengan cara yang beradab dan damai,” kata Rocky. #osk