Berkubang di Lapangan Berlumpur, Timnas All Star Bantai PALI

7

PALI, BP

Timnas All Star melakoni laga ke-23 pada laga tour Alex Noerdin Cup, zona Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) melawan All Star PALI di Gelora November Pendopo, Sabtu (2/3).
Kabupaten PALI, menjadi kabupaten/kota ke-14 yang disambangi legenda Timnas Merah Putih. Pada laga perdana di PALI, pemain Timnas All Star tampak kewalahan, karena lapangan berlumpur.

Permainan kerjasama satu dua tak berjalan mulus. Beruntung, lapangan yang berlumpur tak membuat pemain cedera. Melihat kondisi lapangan, tak heran jika  lapangan di Kabupaten Musirawas Utara dan Empatlawang yang tadinya sangat memprihatinkan, ternyata disebut lebih baik dari PALI.

Kendati demikian, pemain Timnas All Star mampu memberikan hiburan bagi masyarakat PALI. Wijay dan kawan-kawan menang telak 8-0.
Fagundes mencetak hattrick di laga ini, Djunaidi dua gol, Oktavianus dua gol, dan satu gol dicetak Wijay.


Usai pertandingan, senterbek Timnas All Star Rolando Khoibur memberikan apresiasi kepada permainan tim tuan rumah dan masyarakat PALI.
Kendati dengan kualitas lapangan yang tidak cukup baik, tapi kedua tim telah memberikan permainan terbaiknya untuk dapat menghibur masyarakat setempat.
“Memang kualitas lapangan tidak begitu bagus dari kabupaten/kota lainnya. Tapi, tidak ada apa-apa, yang penting tujuan kita datang menghibur masyarakat dan mencari pemain berbakat bisa terwujud,” ucapnya.
Sebagai pemain yang bergabung bersama Timnas All Star sejak awal, dengan pengalamannya, Rolando berpendapat jika lapangan harus direnovasi total.
“Sama seperti kita mau membangun rumah, pondasi harus bagus. Lapangan juga sama, dasar tanahnya ini kurang bagus. Jadi harus dibongkar dulu, ditimbun tanah dan harus padat, baru ditanam rumput,” jelasnya.


Sang arsitek Timnas All Star Nasir Salassa punya pandangan lain, ia melihat jika penyebab lapangan ‘bonyok’ karena di pinggir lapangan tanahnya lebih tinggi.
“Sementara drainase kurang bagus, jadi air menggenang di lapangan,” katanya.
Hal itulah yang membuat lapangan menjadi becek dan berlumpur. Nasir percaya jika drainase bisa berjalan, lapangan bisa tetap kering dan tidak becek. #zal