Home / Headline / Penggerebekan Eks Lokalisasi Dihadang Warga, Akbar Tanjung Tertembak

Penggerebekan Eks Lokalisasi Dihadang Warga, Akbar Tanjung Tertembak

Korban M Akbar Tanjung mendapat perawatan di RS Myria Palembang, Jumat (1/3).

Palembang, BP–M Akbar Tanjung (17) terkena peluru nyasar saat anggota BNNP Sumsel melakukan penggerebekan di eks lokalisasi Kampung Baru, Jalan Teratai Putih, Kecamatan Sukarame, Palembang, Kamis (28/2) malam.

Akbar yang mengalami luka tembak di bagian bawah ketika sebelah kiri tersebut saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Myria Palembang.

Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan membenarkan adanya seorang warga yang mengalami luka tembak saat penggerebekan. Namun saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah peluru tersebut dilepaskan petugas atau bukan.

“Saya lagi mau cek dulu ke rumah sakit, melakukan penelusuran. Akan dipastikan itu kesalahan dari siapa,” ujar Turman ketika dihubungi, Jumat (1/3).

Dirinya menjelaskan, pihaknya menduga eks lokasi lokalisasi tersebut menjadi sarang peredaran narkoba. Sehari sebelum upaya penggerebekan, pihaknya bersama instansi terkait sempat melakukan razia.

Namun dalam upaya penertiban itu hanya menjaring satu orang yang setelah menjalani tes urine, hasilnya mengandung methamphetamine. “Sebelumnya kami juga sudah melakukan upaya persuasif karena saat razia itu menemukan banyak bong dan alat isap shabu di lokasi,” ucapnya.

Akan tetapi ketika dilakukan upaya represif dengan melakukan penggerebekan, anggota yang mendatangi lokasi dihadang rombongan warga dan dilempari batu.

“Anggota ditarik mundur dan memberikan tembakan peringatan. Karena dihadang dan diserang itu, kami membatalkan penggerebekan untuk menghindari keributan,” ujar dia seraya mengaku siap bertanggung jawab bila peluru yang bersarang di tubuh Akbar berasal dari senjata petugas.

Sementara itu, Akbar yang masih dalam kondisi lemah dengan tangan memakai infus serta hidung dipasang oksigen mengaku, malam itu ia sedang keluar rumah untuk mencari keberadaan adiknya, Adi (13).

“Malam itu dengar mau ada razia, adik saya keluar. Jadi saya pergi mau cari adik, karena takut nanti salah sasaran,” kata Akbar saat ditemui di Rumah Sakit Myria Palembang.

Dilanjutkan Akbar, dalam jarak beberapa meter dari rumah, ia mendengar letusan senjata api secara bertubi-tubi. Tanpa disadari, satu peluru ternyata mengenai pemuda ini. Sembari memegang baju dengan kondisi berlumuran darah, Akbar berlari ke rumah dan masuk ke dalam kamar.

“Tembakannya banyak, langsung pegang dada ternyata kena (tembak). Saya pulang dan masuk kamar, belum bilang sama ibu,” ujarnya.

Sekitar pukul 01.00, kondisi Akbar makin kritis. Reni Anggraini (16) adik Akbar pun terkejut melihat kondisi kakaknya itu sudah berlumuran darah.

“Lampu kamar dimatikan. Terus Akbar teriak, Ma Akbar kena tembak. Saya hidupkan lampu mulutnya sudah keluar busa dan dadanya berdarah, langsung dibawa ke rumah sakit,” tutur Reni. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Sang Penjaga Kedaulatan, Sultan Amuk Ahmad Najamuddin Prabu Anom

Palembang, BP Untuk mengusir Belanda dari Negeri Palembang, dan merebut kembali kekuasaan, harga diri dan Istana yang telah dirampas, maka  ...