Dikepung Polisi dan Warga Masih Melawan, Begal Akhirnya Tumbang Ditembak

8

Dua Pelaku begal menderita luka tembak diamankan di Polsek Talang Ubi. Foto: Ya Habibi

PALI, BP–Saburni (45) dan Tono (40) tumbang setelah timah panas Tim Elang Unit Reskrim Polsek Talang Ubi menghantam kakinya masing-masing usai melakukan aksi pembegalan terhadap siswi SMA, Kamis (28/2).

Kedua warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI ini disergap sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian, setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang kejadian tersebut.

Kejadian berawal saat korban Herni dan Delfa yang tercatat sebagai pelajar kelas XII SMAN 1 Talang Ubi hendak berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat diikuti oleh kedua pelaku yang juga berkendara sepeda motor.

Baca:  Duo Begal Babak Belur Dihajar Massa

Saat melintas di jalan perbatasan antara Setuntung, Desa Suka Maju dengan Desa Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara korban dicegat pelaku yang langsung menodongkan senjata api rakitan.

Karena ketakutan, akhirnya kedua remaja perempuan ini menyerahkan sepeda motornya kepada kedua pelaku. “Setelah itu kami lari meminta tolong. Kemudian ada warga melintas dan langsung mengumpulkan warga lain untuk mengejar pelaku,” ucap Herni saat melapor di Polsek Talang Ubi.

Terpisah, Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan didampingi Kanit Reskrim Ipda M Arafah, pengejaran terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat.

Baca:  Pelaku Begal di Mayor Ruslan Ditembak

“Kedua pelaku ditangkap sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, setelah terlibat kejar-kejaran dan pelaku juga sempat menabrak motor warga yang ikut mengejar,” kata Ipda Arafah.

Dirinya menjelaskan, meski sudah dikepung anggota bersama warga, kedua pelaku tetap berusaha melawan menggunakan senjata api dan pisau yang mereka bawa sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas.

“Karena dianggap membahayakan warga sekitar dan anggota saat penyergapan, maka pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur dan mengenai kaki kedua pelaku,” jelasnya.

Baca:  Begal Sadis di Atas Jembatan Ampera Ditembak

Setelah kedua pelaku diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata barang bukti senjata api tersebut adalah mainan. Namun, saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Pistol yang dipakai pelaku untuk beraksi hanya mainan, tapi tetap dijadikan barang bukti bersama senjata tajam dan sepeda motor milik pelaku serta korban,” tandasnya.

Atas perbuatan tersebut, dirinya menambahkan, kedua pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. # hab