Maruarar: Mafia Sikat, Industri Bola Harus Terus Ditingkatkan

2

Maruarar Sirait

Palembang, BP–Ketua SC Piala Presiden, Maruarar Sirait, sangat geram dengan terungkapnya mafia bola. Karena itu, Maruarar minta Satgas Antimafia Bola agar segera mengusut tuntas mafia bola yang hingga saat ini sudah menyeret 15 tersangka.

“Maka kita dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah, kita minta Satgas Mafia Bola bertindak dan mengusut tuntas masalah mafia bola ini,” tegas Maruarar di Palembang, Minggu (24/2) siang.
Pernyataan Maruarar ini sama dengan pernyatan sebelumnya dalam acara Mata Najwa, Rabu (20/2) lalu. Dalam acara itu bahkan Maruarar membawa jawaban dari Presiden Joko Widodo agar menghabisi mafia sepakbola.
Pernyataan Maruarar ini pun diiyakan dan ditegaskan Jokowi secara langsung di GOR Pasar Minggu (22/2). Jokowi menegaskan bahwa pertandingan sepakbola harus berjalan secara fair-play dan tanpa intrik. Karena itu, segala jenis mafia bola harus dihabisi.
“Itu sudah menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikan ini,” kata Jokowi.
Namun demikian, Maruarar juga menegaskan bahwa Industri sepakbola terus ditingkatkan dan tidak boleh mandeg. Lebih-lebih sepakbola berdampak positif bagi perputaran roda ekonomi masyarakat menengah dan kecil. Keuntungan juga dirasakan oleh sponsor dan televisi pemegang hak siar.
“Jadi industri bola harus terus meningkat. Kompetisi juga harus tetap berjalan dengan baik, profesional dan transparan,” kata anggota Dewan Pembina PSSI, Maruarar Sirait, saat dihubungi wartawan Senin (25/2) siang.
Sebagaimana diketahui, Satgas Antimafia bola sudah menyeret 15 tersangka. Dari 15 orang ini ditersangkakan karena melakukan permainan skor, mengahancurkan barang bukti serta ada juga yang terlibat dalam judi online.
 “Kita tegas, industri dan kompetisi harus jalan terus, namun mafia bola harus dihabisi, sebagaimana juga disampaikan Pak Jokowi,” tegas Maruarar. #duk