Ultimate magazine theme for WordPress.

Anggotanya Aniaya Korban Salah Tangkap, Kapolda Sumsel Janji Profesional

Haris Ismail, korban pengeroyokan, menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (25/2).

Palembang, BPKapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berjanji bertindak profesional menyikapi kasus penculikan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota terhadap korban Haris Ismail alias Ujang (25).

“Ini (pelakunya) oknum polisi, tidak mungkin preman menangkap orang disuruh mengaku memperkosa. Itu tugas saya, tetap profesional. Saya tidak akan menutup-nutupi kasus ini, kalau ternyata memang oknum polisi yang melakukan, itu aib kami. Betul akan kami sikat pelakunya, termasuk dugaan pemerkosaan itu. Asal tetap sesuai dengan yuridis, etis, dan teknis,” ucap Kapolda.

Terkait kasus pemerkosaan bidan Y, menurut Kapolda, penyidik masih menunggu hasil visum dalam waktu dekat setelah menurunkan puslabfor untuk olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga:  Kaum Milenial Jadi Sasaran Empuk Doktrin-Doktrin Menyesatkan

“Dari hasil Puslabfor, tidak ditemukan sperma di lokasi kejadian. Termasuk tidak ada tanda-tanda pergulatan serta telapak kaki di lokasi. Sama sekali tidak ada, bersih,” katanya.

Namun Zulkarnain mengaku belum bisa memastikan apakah dalam kasus tersebut terjadi pemerkosaan. “Saya tidak bisa mengatakan itu. Begitu naif kalau saya katakan (tidak ada pemerkosaan) itu. Saya tekankan ke penyidik untuk tetap membangun teori hipotesis dalam kasus dugaan pemerkosaan ini. Kita harus buktikan dengan setidaknya dua alat bukti,” tandasnya.

Terkait kejadian penculikan dan penganiayaan tersebut, keluarga korban Haris Ismail alias Ujang melapor ke Polda Sumsel dengan melampirkan hasil visum yang didapat dari RS Bhayangkara Palembang, tempat Haris kini dirawat.

Baca Juga:  Ratusan Lembar Uang Palsu Rp50.000 Beredar

Ayah korban, Hayan (61) mengatakan, Haris dan keluarganya tidak mengenal bidan Y, yang mengaku menjadi korban pemerkosaan pada 18 Februari lalu di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir tersebut.

“Anak saya lagi kerja di proyek Tol Kapal Betung, Kayuagung. Dia berangkat sama temannya, Sabtu (16/2) dan pulang Kamis (21/2),” ujar Hayan saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Senin (25/2).

Hayan menjelaskan, jarak antara rumah mereka di Desa Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat ke lokasi bidan tersebut di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, sekitar 25 kilometer.

“Lokasi itu jauh, harus lewat 8 desa kalau mau ke Simpang Pelabuhan Dalam dari rumah kami. Kenal pun tidak kami dengan bidan itu,” tutur Hayan.

Baca Juga:  Residivis Kambuhan ini Ditembak Polisi

Saat ini, Haris masih dalam masa pemulihan dan dirawat di RS Bhayangkara Palembang. Haris diketahui sudah sadar dan mulai bisa berdiri. Namun bekas jeratan di kedua tangan serta memar di wajah masih terlihat membekas.

Hayan berujar, keluarga berharap pihak yang berwajib bisa mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami anak bungsunya tersebut.

“Ujang itu tulang punggung keluarga, anaknya satu masih 5 tahun, kasihan dia tidak bisa kerja. Kami ingin (penyelidikan) terus  (dilanjutkan), anak saya sudah dikeroyok,” harapnya. #idz

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...