Berdalih Sakit Ambeien, Bawa 6,5 Kilo Shabu di Selangkangan

3

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memimpin gelar perkara hasil ungkap kasus 10 kg shabu, Jumat (22/2). Foto: Jafidz Trijatnika

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menggagalkan pengiriman 10 kilogram narkotika jenis shabu ke beberapa kota besar di Indonesia melalui Bandara SMB II Palembang, Kamis (22/2) malam.

Bersama barang bukti narkoba bernilai puluhan miliar rupiah tersebut, polisi juga mengamankan tujuh jaringan pengedar narkoba asal Jawa Barat.

Pengungkapan jaringan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini bermula dari penangkapan tersangka Eka Candra Hidayatullah (23) warga Bandung, Jawa Barat di Bandara SMB II Palembang.

Saat melewati metal detektor, petugas Avsec Bandara SMB II Palembang mencurigai Eka yang mengenakan celana panjang besar. Saat ditanya, ia berkilah jika dirinya sedang menderita ambeien sehingga tidak boleh mengenakan celana terlalu ketat.

Tak percaya dengan pengakuan calon penumpang pesawat Lion Air ini, petugas AVSEC memeriksa tersangka dan menemukan paket shabu seberat 650 gram yang disimpan di selangkangan.

Baca:  Lanal Palembang Gagalkan Pengiriman Shabu 79Kg ke Jakarta

Atas temuan tersebut, petugas AVSEC Bandara bersama personel Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang melakukan penyisiran di dalam bandara dan kembali ditemukan tiga paket shabu lainnya di dalam kotak sampai toilet laki-laki lantai 2 bandara.

“Saya bawa tiga paket. Waktu mau diperiksa saya ke toilet, buka celana, buang dua paket di kotak sampah toilet. Tapi waktu itu petugasnya keburu datang dan menemukan yang satu lagi belum sempat dibuang,” ujar Eka saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Jumat (22/2).

Tersangka mengaku barang haram tersebut akan dikirim ke Palu, Sulawesi Tengah melalui Bandara SMB II Palembang dan dirinya dijanjikan upah sebesar Rp10 juta.

Petugas AVSEC Bandara dan personel Pangkalan TNI AU berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk memeriksa tersangka.

Baca:  Sudah 14 Tahun Konsumsi Ganja

Dari kicauan Eka, penyidik kemudian menangkap Rizki (27) dan Ribut Haryanto (49), yang tengah berada di bus tujuan Lampung. Dari dua tersangka tersebut, polisi menyita 1,9 kilogram shabu.

Lalu empat tersangka lainnya yakni Nova Nuryana (25), Asep Erik Mulyana (30), Diki Purnama (20) dan Dedek Enjang (25) ditangkap di Stasiun Kertapati dengan barang bukti 2 kg shabu.

Sedangkan satu tersangka lainnya, yakni Darman (32) lolos pemeriksaan di Bandara SMB II Palembang, namun tertangkap di Bandara Kendari berdasarkan pengakuan dari Eka.

“Kita berkoordinasi dengan Polda Sultra akhirnya bisa langsung menangkap Darman yang membawa 4,1 kg shabu,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memimpin gelar hasil ungkap kasus.

Zulkarnain mengaku terkejut bahwa narkoba yang dibawa para pelaku berasal dari Palembang. Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini telah lima kali mengirimkan serbuk setan tersebut dari Palembang ke wilayah timur Indonesia.

Baca:  Selipkan Ganja di CD, Pemuda Pengangguran Ditangkap

“Ini aksi mereka yang kelima, semuanya lolos dari bandara. Modusnya sama disimpan di selangkangan. Sekarang pemiliknya di Palembang masih kita kejar,” tandasnya.

Dalam aksinya, ketujuh tersangka dibekali dengan KTP palsu. Zulkarnain menduga bahwa kelompok ini merupakan salah satu jaringan besar yang mengedarkan narkoba antarpulau.

Kapolda berujar, selain dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, ketujuh tersangka yang ditangkap ini akan diancam dimiskinkan dengan dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Mereka sudah jaringan besar. Meski ambil barang dari Palembang, shabu ini asalnya dari Cina. Kini pemasoknya masih kita cari,” imbuhnya. #idz