Palembang Punya Kekuatan Kebudayaan Yang Berbeda

8

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Biro Komunikasi  Dan Layanan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , Dr.Ir. Ari Santoso, DEA (tengah berkacamata)  berpoto bersama usai acara diskusi di Palembang, Rabu (20/2).

Palembang, BP

Palembang  mempunyai kekuatan kebudayaan yang beda dengan daerah lain terutama  Palembang memiliki tarian yang dinamis berkembang.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Biro Komunikasi  Dan Layanan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , Dr.Ir. Ari Santoso, DEA, Rabu (20/2) malam saat menggelar diskusi budaya .

Turut hadir para penggiat budaya di Palembang seperti diantaranya Legenda tari nasional, Anna Kumari , Direktur Museum Nasional Dr AK Gani iPriyanti Gani, dalang wayang Palembang Wirawan Rusdi, penggiat puisi Wanda Lesmana.

“ Saya lihat teman-temen khan mempunyai kekuatan melaksanakan kegiatan yang belum banyak di sentuh pemerintah, padahal mereka melaksanakan sesuatu kegiatan yang sangat positip,” katanya.

Baca:  DPRD Palembang Harus Lebih Garang

Dan konsep kebudayan menurutnya bukan dari atas kebawah namun dari bawah keatas dan perlu diidentifikasi kekuatan budaya  setiap daerah dan apa saja dan yang tahu itu daerah itu sendiri.

“ Untuk itulah kami ingin mendorong  kesana,” katanya,

Apalagi saat ini pihaknya tengah menghimpun komunitas penggiat budaya, karena penggiat budaya  sering kali mereka belum tersentuh pemerintah selama ini

“Mereka punya potensi yang luar biasa,  yang mereka melestarikan budaya kita dan pengembangan budaya kita tapi  kita belum menyentuh banyak ,” katanya.

Baca:  Developer Ingkar Janji Perbaiki Jalan Rusak

Apalagi, setiap datang ke Provinsi, pihaknya selalu mencoba menghimpun ini dan kebetulan  sejak tahun 2019 ini  pihaknya mempunyai bantuan program untuk dikebudayaan.

“Memang enggak besar, tapi kami masih mencoba untuk membantu  di daerah-daerah agar mereka melestarikan dan mengembangkan budaya agar budaya kita betul-betul jadi andalan,” katanya.

Sedangkan, untuk syarat mendapatkan bantuan untuk kebudayaan dia mengaku belum selesai menentukan persyaratannya itu karena memang polanya harus dilihat semuanya karena setiap cagar budaya , kekuatan budaya di daerah berbeda-beda.

“Sehingga kita tidak mengeneralis seperti kayak sekolah, kalau sekolah bisa di generalis tapi kalau  budaya beda-beda,” katanya.

Baca:  Sanksi PSBB di Palembang Mulai Diterapkan

Dan dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan petunjuk tehnis (juknis) dalam tahun ini 2019.

“ Kita belum tahu besarannya berapa karena memang ini sangat menghitung , ini masih awal ya, jadi saya yakin banyak daerah tidak tahu bagaimana caranya menyiapkan itu semua, dalam tahun ini akan diterapkan,” katanya.

Mengenai penyelamatan cagar budaya menurutnya salah satu kekuatan budaya Indonesia, seperti museum, tarian,  semua itu harus di selamatkan.#osk